Buyback Saham Pilihan Tower Bersama (TBIG), Sedia Dana Rp106 Miliar
:
0
Ilustrasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Buyback saham menjadi pilihan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Untuk pembelian kembali saham emiten penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi terintegrasi itu, perseroan menyediakan anggaran sebanyak-banyaknya Rp106 miliar.
Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/10/2026), Manajemen TBIG menuturkan bahwa Perkiraan biaya yang akan dikeluarkan Perseroan atas rencana Pembelian Kembali Saham adalah biaya yang terkait transaksi pembelian saham.
Yaitu biaya pedagang perantara efek dan biaya-biaya lainnya sehubungan dengan transaksi Pembelian Kembali Saham Perseroan, yaitu sekitar sebanyak-banyaknya 0,20% dari nilai saham yang dibeli kembali.
Perkiraan Jumlah Nilai Nominal Saham yang Akan Dibeli Kembali Jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 52.800.000 saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp20 per saham.
Dengan demikian nilai nominal saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.056.000.000 atau 0,23% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.
Jadi, Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar sesuai ketentuan yang berlaku dengan dana sebanyak-banyaknya Rp106 miliar. Anggaran itu sudah termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi Pembelian Kembali Saham Perseroan.
Harap dicatat, Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilaksanakan selama periode 3 bulan terhitung sejak tanggal Keterbukaan informasi, yaitu 2 November 2026 sampai dengan 29 Januari 2027.
Pelaksanaan Rencana Pembelian Kembali Saham tidak berdampak terhadap pendapatan Perseroan, namun dengan adanya perubahan pada jumlah saham yang beredar maka rencana Pembelian Kembali Saham berdampak tidak secara signifikan terhadap Laba per Saham Perseroan.
Manajemen TBIG berkeyakinan bahwa pelaksanaan aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan. Pasalnya, Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi Pembelian Kembali Saham bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan. ***
Related News
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi
Pastikan Rumor Merger Tidak Benar, BCA (BBCA) Ungkap Fakta Ini
MTEL Raup Laba Rp1,55 Triliun, Rasio Kolokasi Naik Jadi 1,60 Kali
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta
TBS Energi (TOBA), 14 Ribu Motor Listrik Beroperasi, Tumbuh 115%





