Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi
:
0
Pekerja di Tambang. DOK/MBMA
EmitenNews.com -PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Desember 2026 dengan agenda utama meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMTHMETD II) atau private placement. Perseroan mengajukan agenda tersebut guna memperkuat struktur permodalan.
Melalui PMTHMETD II, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.799.541.990 saham baru dengan nilai nominal Rp.100 per saham. Aksi korporasi ini diambil untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan mengikuti Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sesuai ketentuan POJK No.14/POJK.04/2019.
Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo menyampaikan aksi korporasi ini akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mengakselerasi performa Perseroan di masa mendatang.
“Rencana PMTHMETD II ini dilakukan sebagai penguatan struktur permodalan, menjaga fleksibilitas, mendukung strategi bisnis jangka panjang sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Teddy.
Teddy menambahkan pelaksanaan PMTHMETD II ini akan berdampak positif pada peningkatan ketahanan finansial dan ekuitas MBMA melalui tambahan modal disetor hingga setinggi-tingginya 10%.
Sebagai informasi, Perseroan telah menggelar PMTHMETD I pada 2024 untuk memperkuat struktur permodalan dan membiayai ekspansi bisnis strategis seperti pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Feed Preparation Plant (FPP) berkapasitas 55.000 ton MHP per tahun.
Sementara itu, Perseroan akan terus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global untuk industri baterai, sekaligus mendukung peran Indonesia sebagai pusat produksi bahan baku kendaraan listrik yang turut mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance) & pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Pada Semester I/2026 MBMA juga mencatat lonjakan kinerja keuangan, seiring peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel.
Alhasil, laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak sekitar 830 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US54jutadariUS6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Related News
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Pastikan Rumor Merger Tidak Benar, BCA (BBCA) Ungkap Fakta Ini
MTEL Raup Laba Rp1,55 Triliun, Rasio Kolokasi Naik Jadi 1,60 Kali
Buyback Saham Pilihan Tower Bersama (TBIG), Sedia Dana Rp106 Miliar
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta





