EmitenNews.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat pendapatan Rp113,50 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 3,55% dibandingkan Rp109,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu menahan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp14,44 triliun dari Rp15,03 triliun, atau turun 3,92%.

Dalam laporan keuangan periode hingga 30 September 2026, diketahui bahwa kontribusi pendapatan terbesar berasal dari layanan internet dan data seluler sebesar Rp56,57 triliun. Sementara itu, pendapatan internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika mencapai Rp11,12 triliun, sedangkan pendapatan lain-lain tercatat Rp3,89 triliun.

Secara keseluruhan, ketiga pos tersebut menghasilkan pendapatan Rp71,54 triliun, meningkat 8,30% dibandingkan Rp66,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Telkom juga membukukan pendapatan dari IndiHome sebesar Rp19,12 triliun dan interkoneksi Rp6,72 triliun. Adapun pendapatan layanan telepon mencapai Rp5,31 triliun, jaringan Rp3,31 triliun, serta layanan lainnya, termasuk pembayaran elektronik, pusat panggilan, layanan terkelola, dan terminal, sebesar Rp5,20 triliun.

Di sisi biaya, beban operasi meningkat dari Rp30,28 triliun menjadi Rp32,08 triliun. Sementara itu, laba usaha tercatat Rp27,99 triliun, turun dibandingkan Rp38,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, penurunan biaya pendanaan dari Rp4,03 triliun menjadi Rp3,26 triliun menopang kenaikan laba sebelum pajak. Namun, beban pajak meningkat dari Rp5,97 triliun menjadi Rp6,39 triliun, sehingga laba periode berjalan sedikit turun menjadi Rp19,46 triliun dari Rp19,84 triliun.