EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,10 persen menjadi 6.108. Penguatan IHSG didukung aksi beli investor asing dengan net foreign buy sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler. Rupiah ditutup melejit 0,46 persen menjadi Rp17.986 per dolar Amerika Serikat (USD).

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20, sementara indikator MACD mulai menunjukkan pelebaran positive slope, yang mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga. Dengan demikian, sepanjang perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125–6.175.

Paruh pertama 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1 persen YoY, setara dengan 25,1 persen dari total target investasi nasional pada 2026. Komitmen jangka panjang terlihat pada sejumlah negara mitra utama seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Nah, sisi sumber investasi, komposisi PMDN 49,6 persen, dan PMA 50,4 persen. Sebaran wilayah, kontribusi investasi Jawa, dan luar Jawa relatif berimbang. Investasi asing langsung, tidak termasuk sektor keuangan dan migas, naik 27,4 persen YoY ke rekor tertinggi Rp257,7 triliun, dari kuartal I 2026 naik 8,5 persen YoY, pertumbuhan terkuat sejak kartal IV-2024.

Industri logam dasar menarik arus masuk terbesar, diikuti sektor jasa lainnya, dan sektor pertambangan. Investasi asing langsung naik 17,3 persen YoY menjadi Rp432.6 triliun semester pertama 2026, dengan Singapura tetap menjadi sumber investasi terbesar.

Kenaikan FDI itu, menjadi indikasi positif akan pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih solid pada kuartal II 2026. Di lain pihak, ketergantungan terhadap investasi berbasis komoditas tetap menjadi risiko perlu diantisipasi. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR.(*)