EmitenNews.com - Astra International (ASII) resmi mempunyai nakhoda baru. Ya, Rudy dipermanenkan sebagai bos baru menggantikan Djony Bunarto, Chief Executive Officer (CEO) lawas perseroan. Rudy ditahbiskan sebagai orang nomor wahid Astra dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2025 hari ini, Kamis, 23 April 2026.

Merujuk rekam jejak di laman resmi perseroan, Rudy merupakan WNI kelahiran 1971. Ia memegang sejumlah posisi strategis gurita bisnis Grup Astra. Tak hanya sebagai wakil direktur utama Astra sejak Mei 2025, ia juga menjabat sebagai presiden komisaris Sedaya Multi Investama, dan Astra Sedaya Finance.

Lalu, wakil presiden komisaris United Tractors (UNTR), dan Toyota Astra Financial Services. Rudy juga menggenggam posisi komisaris di sejumlah perusahaan seperti Astra Tol Nusantara, Astra Nusa Perdana, Toyota-Astra Motor, Menara Astra, Astra Daihatsu Motor, dan Asuransi Astra Buana.

Selain itu, pemegang saham ASII juga menyetujui pengangkatan eks Menteri Keuangan (Menkeu) Muhamad Chatib Basri sebagai Komisaris Independen. Kemudian ASII juga mengangkat Pariya Tangtongpiaroth sebagai Komisaris Independen perseroan.

Berikut daftar lengkap direksi dan komisaris Astra International berdasarkan hasil RUPST hari ini: Jajaran direksi terdiri dari Presiden Direktur Rudy, Direktur Gidion Hasan, Direktur Santosa, Direktur Gita Tiffani Boer, Direktur FXL Kesuma, Direktur Thomas Junaidi Alim W, Direktur Hsu Hai Yeh, Direktur Siswadi, dan Direktur Djap Tet Fa.

Formasi Dewan Komisaris antara lain Presiden Komisaris Prijono Sugiarto, Komisaris Independen Sri Indrastuti Hadiputranto, Komisaris Independen Muliaman Darmansyah Hadad, Komisaris Independen Muhamad Chatib Basri, Komisaris Independen Pariya Tangtongpairoth, Komisaris Anthony John Liddell Nightingale, Komisaris Benjamin William Keswick, Komisaris Stephen Patrick Gore, Komisaris Lincoln Lin Feng Pan, dan Komisaris Lee Liang Whye. 

Menjelang penutupan perdagangan, saham Astra bertengger di level Rp6.400 per lembar. Anjlok 200 poin alias 3,03 persen dari awal perdagangan sesi pagi di posisi Rp6.600. Sejak awal tahun, saham Astra melorot 450 poin atau 6,62 persen dari posisi 2 Januari 2025 di kisaran Rp6.800 per saham. (*)