Atasi Backlog, GRIA Fokus Bangun Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
:
0
EmitenNews.com -Kebutuhan akan ketersediaan rumah (backlog) setiap tahun semakin meningkat. Seperti disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, di tahun 2023, angka backlog di Indonesia mencapai 12,71 juta unit.
Tingginya angka backlog terjadi oleh beberapa faktor, namun yang paling umum penyebabnya adalah kesenjangan lebar antara proses pembangunan fisik rumah dengan populasi penduduk yang setiap tahun meningkat.
Adapun Pemerintah telah melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi persoalan backlog tersebut.
Mulai dari peningkatan alokasi APBN untuk pembangunan perumahan rakyat, mempermudah pembiayaan perumahan, hingga pemberian berbagai skema subsidi seperti (SBUM), Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan berbasih Tabungan (BP2BT) serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Sementara itu, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria) sebagai pengembang perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendukung penuh program dan strategi pemerintah dalam mengatasi persoalan backlog tersebut.
Related News
Kubur Rugi, Laba Grup Djarum (RANC) Melejit 237,62 Persen
BUKA Boncos Rp425,78 Miliar, Longsor 484,77 Persen Kuartal I 2026
SUPA Catat Lonjakan Laba 31.051 Persen, Simak Pemicunya
Perkuat Dominasi Semen Hijau, SMGR Borong 5 Sertifikat Platinum
GOTO Raih Laba Rp171M di Q1-2026, Perolehan Pertama dalam Sejarah
Jaya Property (JRPT) Anggarkan Rp100 Miliar untuk Buyback Saham





