Atasi Backlog, GRIA Fokus Bangun Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
:
0
EmitenNews.com -Kebutuhan akan ketersediaan rumah (backlog) setiap tahun semakin meningkat. Seperti disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, di tahun 2023, angka backlog di Indonesia mencapai 12,71 juta unit.
Tingginya angka backlog terjadi oleh beberapa faktor, namun yang paling umum penyebabnya adalah kesenjangan lebar antara proses pembangunan fisik rumah dengan populasi penduduk yang setiap tahun meningkat.
Adapun Pemerintah telah melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi persoalan backlog tersebut.
Mulai dari peningkatan alokasi APBN untuk pembangunan perumahan rakyat, mempermudah pembiayaan perumahan, hingga pemberian berbagai skema subsidi seperti (SBUM), Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan berbasih Tabungan (BP2BT) serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Sementara itu, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria) sebagai pengembang perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendukung penuh program dan strategi pemerintah dalam mengatasi persoalan backlog tersebut.
Related News
Ekspansi Pusat Data, Entitas DSSA Borong Lahan Rp3,1 Triliun
Akselerasi Deposit Emas, Emiten ini Guyur Dana Eksplorasi USD11,4 Juta
Baru 8 Hari Jalan, Emiten Prajogo Hentikan Buyback Jumbo
Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar
Hingga September 2026, Astra (ASII) Catat Pendapatan Stabil di Rp243T
Hingga September 2026, Penjualan Energi Mega (ENRG) Capai USD426 Juta





