Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar
:
0
Kantor pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di Jl. Jenderal Sudirman Jakarta (Foto: EmitenNews.com)
EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan mengalihkan 200.000 saham miliknya di PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) kepada IFG Life dengan nilai transaksi Rp570 miliar. Aksi divestasi ini merupakan bagian dari inisiatif konsolidasi bisnis asuransi jiwa di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
Direksi Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi, Rabu (28/10/2026), menyampaikan bahwa perseroan dan IFG Life telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 26 Oktober 2026. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan persyaratan dalam perjanjian, termasuk persetujuan yang diwajibkan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Bank Mandiri menyatakan, transaksi tersebut sebagai transaksi afiliasi karena perseroan dan IFG Life merupakan pihak terafiliasi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020.
Meski demikian, perseroan menyatakan divestasi tersebut tidak termasuk transaksi material berdasarkan POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Nilai transaksi setara 0,19% dari ekuitas Bank Mandiri berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026.
Selain itu, rasio total aset Inhealth terhadap total aset konsolidasian Bank Mandiri tercatat 0,17%. Sementara rasio laba bersih Inhealth terhadap laba bersih konsolidasian perseroan sebesar 1,11%, dan rasio pendapatan usaha Inhealth terhadap pendapatan usaha konsolidasian Bank Mandiri mencapai 0,98%.
Seluruh rasio tersebut berada di bawah ambang batas transaksi material sebesar 20% yang diatur dalam ketentuan tersebut.
Dengan demikian, menurut perseroan, transaksi divestasi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direksi BMRI menambahkan, pengalihan saham dilakukan dalam rangka penataan atau streamlining bisnis asuransi jiwa. Inisiatif ini bertujuan memperkuat industri asuransi jiwa melalui konsolidasi perusahaan di bawah supervisi Danantara Asset Management (DAM), dengan IFG sebagai holding perusahaan asuransi milik negara.
Perseroan berharap konsolidasi tersebut dapat meningkatkan sinergi antarperusahaan asuransi BUMN dan memperkuat daya saing industri asuransi jiwa nasional di tengah persaingan dengan pemain global.
Related News
Hingga September 2026, Astra (ASII) Catat Pendapatan Stabil di Rp243T
Hingga September 2026, Penjualan Energi Mega (ENRG) Capai USD426 Juta
Kurangi Porsi Sang Komut Tetap Pengendali Saham Atlantis Subsea (ATLA)
SMSM Raih Dividen Nyaris Rp3M dari Entitas Anak Tokyo Radiator Selamat
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Dibobol, FORE Minta Maaf dan Lakukan Ini
CIMB Niaga (BNGA) Ungkap Perolehan Keuangan 9 Bulan Pertama 2026





