CIMB Niaga (BNGA) Ungkap Perolehan Keuangan 9 Bulan Pertama 2026
:
0
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga, hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian (unaudited) untuk sembilan bulan pertama 2026 (“9M26”). Foto: BNGA
EmitenNews.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga, hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian (unaudited) untuk sembilan bulan pertama 2026 (“9M26”). Total kredit/pembiayaan tumbuh 6,7% secara tahunan (year-on-year/"YoY") menjadi Rp242,6 triliun, sementara current account and savings account ("CASA") meningkat 4,4% YoY menjadi Rp197,0 triliun. Laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp5,8 triliun, dan menghasilkan earnings per share Rp178,65.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, kami bersyukur dapat terus menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional. Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/”PPoP”) tetap stabil sebesar Rp8,2 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,8% Y-o-Y. Meskipun profitabilitas menghadapi tantangan karena tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit, kami tetap mampu menjaga kondisi keuangan yang solid. Posisi permodalan dan likuiditas CIMB Niaga tetap baik, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/”CAR”) sebesar 23,7%. Fundamental yang solid ini menjadi landasan penting bagi kami untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.”
“Ke depan, kami akan terus menghadapi dinamika perekonomian dengan langkah adaptif dan penuh kehati-hatian, sekaligus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek. Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya. Melalui implementasi strategi Forward30 secara konsisten dan disiplin, kami akan terus memperkuat fundamental dan kapabilitas Bank untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Seluruh upaya ini sejalan dengan purpose Advancing Customers & Society, sebagai wujud komitmen kami untuk terus mendampingi nasabah Kejar Mimpi dalam memenuhi kebutuhan dan mewujudkan aspirasi mereka, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambah Lani.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan CAR dan loan to deposit ratio (“LDR”) masing-masing sebesar 23,7% dan 87,7%.
Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp384,8 triliun (+4,2% Y-o-Y) per 30 September 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total dana pihak ketiga (“DPK”) Bank tercatat sebesar Rp273,7 triliun, terutama didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 4,4% Y-o-Y menjadi Rp197,0 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72,0%. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam memperkuat loyalitas nasabah serta terus meningkatkan pengalaman layanan perbankan digital yang semakin mudah dan nyaman.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,7% Y-o-Y, didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan Korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi (+15,1% Y-o-Y), sementara Perbankan Komersial (+6,4% Y-o-Y) dan Usaha Menengah dan Kecil (+1,9% Y-o-Y) mengalami pertumbuhan yang stabil, serta penyaluran kredit Perbankan Konsumer relatif terjaga.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB Niaga Syariah”) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Per 30 September 2026, total pembiayaan mencapai Rp49,4 triliun dan DPK tercatat sebesar Rp52,5 triliun. Pertumbuhan pembiayaan didukung langkah strategis dalam mengoptimalkan komposisi portofolio, dengan meningkatkan fokus pada segmen bisnis yang memberikan imbal hasil lebih baik guna memperkuat profitabilitas dan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Dari sisi pendanaan, kinerja yang baik ini ditopang oleh berbagai inisiatif akuisisi nasabah, inovasi produk, serta program customer engagement. Bersama dengan kontribusi yang terus berkembang dari jaringan komunitas syariah, berbagai upaya tersebut turut meningkatkan porsi dana murah, sekaligus memperkuat posisi likuiditas dan ketahanan pendanaan Bank.
Dalam memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, CIMB Niaga terus meningkatkan penyaluran pembiayaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Hingga sembilan bulan pertama 2026, total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp65 triliun atau setara 26,6% dari total portofolio pembiayaan Bank. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan pembiayaan yang terus meningkat, terutama pada pembiayaan (sustainability-linked financing), produk yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan sumber daya, serta transportasi berkelanjutan.
CIMB Niaga juga terus memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (“TKBI”) dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan. Langkah ini memberikan landasan yang lebih kuat dalam menilai dan mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berkelanjutan. Penerapan TKBI juga melengkapi kerangka Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (“GSSIPS”) yang dimiliki Bank, sekaligus mendukung transisi yang adil menuju perekonomian yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan rendah karbon.
Related News
SMSM Raih Dividen Nyaris Rp3M dari Entitas Anak Tokyo Radiator Selamat
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Dibobol, FORE Minta Maaf dan Lakukan Ini
ENRG Targetkan Investasi di Emiten NASDAQ HighPeak Rampung Akhir 2026
Laba Indosat (ISAT) Melesat 37,2% Jadi Rp4,92 Triliun Hingga Q3 2026
Pendapatan Alfamidi (MIDI) Tumbuh 9 Persen, Laba Tembus Rp705 Miliar
Pendapatan Q3-2026 Jasa Armada (IPCM) Tembus Rp1,15 Triliun





