EmitenNews.com - PT Indosat Tbk. (ISAT) mengemas pendapatan konsolidasian ISAT mencapai Rp45,75 triliun, naik 11,1% YoY dari Rp41,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan kinerja 9M26 yang dirilis Selasa, 28 Oktober 2026, topangan utama kinerjanya datang dari segmen seluler yang mencetak Rp37,85 triliun atau tumbuh 9,5% YoY dari Rp34,56 triliun. Segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) melesat 20,7% YoY menjadi Rp7,24 triliun dari sebelumnya Rp6 triliun. Pendapatan telekomunikasi tetap juga naik 8,6% YoY ke Rp656,2 miliar dari Rp604 miliar.

Lalu sisi beban, total biaya naik 7,8% YoY menjadi Rp35,91 triliun dibandingkan Rp33,32 triliun, dipicu kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, beban karyawan, serta pemasaran. Meski beban meningkat, laba usaha tetap tumbuh 25,5% YoY ke Rp9,84 triliun dari Rp7,84 triliun.

Beban lain-lain bersih tercatat Rp3,37 triliun, naik 9% YoY dari Rp3,09 triliun. Setelah itu, laba sebelum pajak melesat 36,2% YoY menjadi Rp6,46 triliun dari Rp4,75 triliun.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik induk mencapai Rp4,92 triliun, melonjak 37,2% YoY dari Rp3,59 triliun di 9M25. EBITDA juga naik 8,8% YoY ke Rp21,05 triliun dari Rp19,35 triliun, dengan margin EBITDA terjaga di level 46%.

Secara operasional, ARPU gabungan seluler naik 16,5% YoY menjadi Rp46.000 dari Rp39.000, dengan jumlah pelanggan 91,5 juta hingga September 2026. Trafik data ikut terkerek 16% YoY menjadi 14.829 petabyte (PB).

Untuk menopang trafik, ISAT mengoperasikan sekitar 216 ribu BTS 4G dan 19 ribu BTS 5G per 30 September 2026, dengan realisasi belanja modal Rp28,99 triliun selama sembilan bulan, belum termasuk aset hak guna Rp8,05 triliun.

Adapun, neraca total aset ISAT per akhir September 2026 naik 24,5% YTD menjadi Rp147,64 triliun dari Rp118,63 triliun di akhir 2025. Total liabilitas naik 35% YTD ke Rp106,85 triliun dari Rp79,12 triliun, sementara ekuitas naik 3,2% YTD menjadi Rp40,79 triliun dari Rp39,51 triliun. Posisi kas dan setara kas menguat ke Rp8,21 triliun dari Rp2,43 triliun, dengan total utang bersih tercatat Rp10,28 triliun.