EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tersandera aksi taking profit. Aksi ambil untung mendera saham-saham komoditas akan berlanjut. Efeknya, IHSG akan bervariasi cenderung menguat.
”IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang support 6.880, dan resisten 6.950,” tutur Alwin Rusli, Research Analis Reliance Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG masih mengalami uptrend dengan volatilitas cukup tinggi. IHSG tertahan diupper range bollinger bands, dan ditutup pada area MA 5. Beberapa saham berpotensi naik antara lain ENRG, HEAL, DMAS, DOID, ADRO, MEDC, AMAR, CENT, dan PTBA.
Kemarin, IHSG minus 0,49 persen menjadi 6.918,18. Sektor mendorong koreksi IHSG meliputi transportasi tekor 3,13 persen, basic materials anjlok 1,62 persen, dan infrastruktur turun 1,62 persen. Investor asing tercatat membukukan net buy Rp2,73 triliun, dengan saham-saham paling banyak diborong yaitu BBRI, TLKM, dan BBCA.
Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat. Sementara bursa kawasan Asia sudah mengorbit zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 0,68 persen, dan indeks Kospi surplus 0,58 persen. Sentimen positif datang dari China menyusul lompatan industrial production, retail sales, dan dari Jepang ada rilis neraca dagang masih defisit. Namun defisit itu, lebih baik dibanding Januari 2022. (*)
Related News
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan
Tongkrongi BI Rate, Investor Sikat Saham JPFA, SUPA, PGEO hingga BULL
IHSG Nyungsep Efek MSCI, Pasar Domestik Sambut Aliran Modal Korsel
Pelototi Saham Ini, IHSG Berpotensi Terkoreksi
Papan Akselerasi & 1 Sektor Ini Jadi Primadona Kala IHSG Ambruk ATL
IHSG Telah Sentuh Titik All-Time Low (ATL) di Sepanjang Tahun 2026





