Bakal Rilis Obligasi Rp5 T, Provident Investasi (PALM) Raih Peringkat idA dari Pefindo
:
0
EmitenNews.com -PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp157.825.000.000.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam pengumuman resmi Kamis (16/11) menyampaikan bahwa penerbitan obligasi Berkelanjutan II Provident tersebut merupakan bagian obligasi II yang akan dihimpun dengan total sebesar Rp5 triliun.
Obligasi berkelanjutan II Tahap I ini menawarkan bunga sebesar 7.50 persen dengan frekuensi pembayaran per Tiga bulan pada tenor 370 hari yang jatuh tempo pada 2 Desember 2024.
Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi & Penjamin Emisi Obligasi : PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.
Seiring dengan hal diatas, lembaga pemeringkat, Pefindo menetapkan rating idA untuk rencana emisi Obligasi Berkelanjutan II PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) dengan nilai maksimal Rp5 triliun.
Pefindo juga menegaskan peringkat idA perseroan dan obligasi Berkelanjutan I yang masih belum jatuh tempo. Prospek untuk peringkat perseroan adalah stabil.
"Peringkat mencerminkan kualitas kredit portofolio investasi PALM yang kuat, kebijakan finansial yang konservatif, serta indikator likuiditas yang kuat. Namun peringkat dibatasi oleh portofolio investasi yang terkonsentrasi dan porsi pendapatan berulang yang sangat rendah," jelas Pefindo dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (23/11).
Diakui Pefindo, peringkat dapat dinaikkan apabila profil diversifikasi PALM mengalami perbaikan secara signifikan melalui penambahan entitas investasi dengan kualitas kredit yang lebih kuat dan porsi pendapatan berulang yang lebih tinggi, baik dari dividen ataupun pendapatan jasa lainnya.
Entitas investasi yang baru tersebut harus tetap konsisten dengan strategi investasi dan kebijakan finansial yang konservatif. Sebaliknya, peringkat dapat turun apabila struktur permodalan atau proteksi arus kas perseroan melemah secara signifikan, yang dapat terjadi dari rencana pembiayaan yang terlalu agresif, atau dari penurunan nilai investasi portofolio perseroan.
"Penurunan nilai investasi tersebut dapat dipicu oleh harga komoditas yang menurun, yang menyebabkan harga saham perusahaan dalam portofolio juga menurun," paparnya.
Related News
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi
Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026
Petinggi BEEF Lego 250 Juta Saham Setara Rp65M, Sisa Porsi 5,03 Persen
TLDN Raup Pendapatan Meningkat 6,8 Persen di Q1 2026, Setara Rp1,37T
SSPACE (DOOH) Cetak Laba Neto Kuartal I-2026, Melonjak 246 Persen
Jantra Grupo (KAQI) Buka Cabang ke-24 dan Rencana Kolaborasi Global





