Bakrie & Brothers (BNBR) Bayar Utang Rp13,32 Triliun, Ini Detail Skema yang Digunakan
:
0
EmitenNews.com -PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) makin rajin membayar utang dengan cara menukar saham perseroan dan aset investasi. Terbaru, emiten induk usaha grup Bakrie itu membayar utang senilai USD860,03 juta atau senilai Rp13,23 triliun kepada Glencore International AG.
Caranya, Glencore terlebih dahulu mengalihkan piutangnya pada BNBR kepada Telopea Invesment Ltd. Lalu, BNBR akan menyerahkan invetasinya pada Fitzroy Offshore ltd.
“Dampaknya, utang BNBR berkurang USD860,03 juta atau Rp13,23 triliun,” tulis Sekretaris Perusahaan BNBR, Christofer A Uktolseja dalam keterangan resmi, Senin (4/12/2023).
Dalam laporan keuangan kuartal III 2023 dijelaskan, pada tanggal 30 November 2011 lalu, BNBR menandatangani Master Confirmation for Share Swap Transactions dengan Glencore dengan jumlah komitmen transaksi senilai USD200 juta.
Berdasarkan perjanjian tersebut, BNBR mempunyai opsi untuk membeli saham BUMI mulai enam bulan dan terakhir tiga puluh bulan setelah tanggal transaksi pertama, pada harga sebesar rata-rata tertimbang harga yang direalisasikan Glencore ditambah biaya transaksi.
Untuk dapat melaksanakan opsi tersebut, BNBR melakukan pembayaran uang muka tertentu setiap enam bulan yang jumlahnya ditentukan oleh Glencore. Transaksi ini menghasilkan derivatif liabilitas pada tanggal 30 September 2023 sebesar Rp12,7 triliun.
Sedangkan terkait aset investasi pada Fitzroy Offshore Ltd dimulai perjanjian Mutual Investment Agreement dengan (Fitzroy), perusahaan yang didirikan di Kepulauan Marshall yang tidak terafiliasi dengan BNBR pada pertengahan Mei 2018, dengan nilai investasi sebesar USD416 juta.
BNBR mengikatkan diri dengan Fitzroy dalam bentuk opsi untuk menjual aset berupa 806.595.000 saham BUMI yang dimilikinya.
Apabila kondisi yang disyaratkan dalam perjanjian telah terpenuhi, maka BNBR dapat memperoleh kembali sejumlah nilai investasi awal ditambah keuntungan hasil investasi dan Perusahaan wajib menyerahkan Saham BUMI kepada Fitzroy.
Pada tanggal 30 September 2023, nilai buku neto aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi masing-masing sebesar Rp22,8 miliar dan USD830,5 juta atau setara dengan Rp12,5 triliun.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





