Bangkit dari Harga Gocap, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Tersorot
:
0
Armada pesawat Garuda Indonesia tengah mengudara. Foto: Garuda Indonesia.
EmitenNews.com - Status “saham gocap” untuk PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tampaknya sudah kedaluwarsa. Sepekan terakhir, saham maskapai pelat merah ini jadi pusat perhatian setelah melesat tajam.
Berdasarkan data perdagangan 6-14 Agustus 2026, GIAA naik dari Rp53 ke Rp74. Artinya, menguat 39,62% hanya dalam 5 hari bursa.
Penguatan paling brutal terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 imbas mencuatnya rumor merger dengan entitas maskapai milik Pertamina Group yakni, PT Pelita Air. Saat itu GIAA terbang 33,33% ke Rp72 dengan nilai transaksi Rp115,02 miliar.
Puncaknya, 11 Agustus saham ini sempat menyentuh Rp77 dengan volume jumbo Rp237,30 miliar. Pada Jumat (14/8/2026) GIAA juga pada perdagangan intraday sempat menguat di Rp76 naik 5,56%.
Baca Juga: Kelanjutan Rencana Merger Garuda (GIAA) dan Maskapai milik Pertamina
Saham GIAA turut disorot Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung Garuda Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR 14 Agustus 2026. Prabowo mengatakan maskapai Garuda yang dulu hampir pailit, kini mulai beranjak pulih.
Sebanyak 20 pesawat berhasil direaktivasi hingga Juni 2026, sehingga total armada yang beroperasi jadi 140 unit.
Bahkan Prabowo menargetkan Garuda bisa berbalik mencetak laba di awal 2027.
"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," ujar Prabowo.
Pada kuartal I 2026. Maskapai pelat merah itu, membukukan rugi periode berjalan USD41,62 juta, menyusut 45,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 dengan rugi USD75,93 juta.
Related News
Batavia (BPII) Tebar Dividen Interim Rp35M, Cair 11 September
Dukung Operasional Bandara Dhoho, GGRM Suntik SDHI Rp200 Miliar
Pengendali AKRA Serok 4 Juta Saham, Rogoh Kocek Rp5,59 Miliar
Sahamnya Anjlok Usai Didepak MSCI, Emiten Hapsoro Ini Gaspol PMTHMETD
BATA Rugi Lagi di Semester I 2026, Saham Anteng Disuspensi
Emiten Putri Haji Isam Sempat ARA, Kini Tak Berdaya Usai Terbit UMA





