EmitenNews.com - Surplus beras nasional meningkat 243,2 persen dalam empat tahun terakhir seiring tercapainya swasembada, memperkuat ketahanan pangan Indonesia yang semakin kokoh, mandiri, dan berkelanjutan. Salah satu bukti pencapaian swasembada beras adalah adanya selisih lebih atau surplus dari produksi yang sudah mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional.

"Ini langkah nyata dan tekad pemerintah untuk melindungi petani sebagai elemen penting dalam kerangka percepatan swasembada pangan," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dalam kalkulasi Bapanas, surplus produksi terhadap konsumsi beras di 2025 mencapai 3,52 juta ton. Pencapaian itu dari total produksi 34,71 juta ton yang telah melampaui kebutuhan konsumsi 31,19 juta ton per tahun.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang telah diampu Bapanas sejak tahun 2022, terdapat lonjakan surplus produksi terhadap konsumsi beras. Pada tahun itu, produksi beras berada di 31,54 juta ton, sedangkan konsumsi beras 30,51 juta ton, sehingga masih ada surplus 1,02 juta ton.

Dengan demikian, surplus produksi terhadap konsumsi beras di tahun 2025 pun meningkat pesat hingga 243,2 persen jika dibandingkan terhadap tahun 2022.

Dari surplus tahun 2022 yang 1,02 juta ton meroket hingga menjadi surplus 3,52 juta ton pada 2025 pada saat era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pada tahun 2023, surplus produksi beras terhadap konsumsi saat itu berkisar di 204,29 ribu ton. Ini dari produksi beras setahun yang 31,1 juta ton dengan kebutuhan konsumsi di 30,9 juta ton. Kemudian di 2024 tidak ada surplus produksi terhadap konsumsi.

Menurut Andi Amran Sulaiman hal lain yang semakin meneguhkan pencapaian swasembada beras di tahun 2025 adalah nihilnya impor untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ditugaskan Bapanas ke Perum Bulog.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak ada importasi beras umum untuk yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, karena hasil petani dalam negeri mampu memenuhinya.

Bapanas mencatat, pada tahun 2022 pemerintah terpaksa mengadakan impor untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sejumlah 57,4 ribu ton. Kemudian pada tahun 2023 Bulog telah merealisasikan penugasan pengadaan beras dari luar negeri sejumlah 2,81 juta ton dan pada 2024 sejumlah 3,85 juta ton.