BATA Rugi Lagi di Semester I 2026, Saham Anteng Disuspensi
:
0
Potret gerai BATA. Foto: BATA
EmitenNews.com - Emiten ritel alas kaki, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) kembali membukukan rugi bersih di paruh pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangannya, BATA mengantongi penjualan neto sebesar Rp152,35 miliar. Realisasi ini terkoreksi 4,4% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode Semester I-2025 sebesar Rp159,44 miliar.
Meskipun perseroan mampu menekan beban pokok penjualan hingga laba kotor relatif stabil di angka Rp65,98 miliar, kenaikan biaya operasional menjadi beban berat bagi kinerja BATA.
Beban penjualan dan pemasaran melonjak 14,8% YoY menjadi Rp78,85 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp31,58 miliar. Tingginya pengeluaran operasional tersebut menyebabkan rugi usaha BATA membengkak 29,9% YoY menjadi Rp42,71 miliar.
Meski mampu memangkas beban keuangan hingga 52,2% menjadi Rp3,90 miliar, efisiensi itu belum cukup untuk mendorong perbaikan kinerja BATA.
Alhasil, BATA harus rela mecatatkan rugi lagi di paruh pertama 2026 sebesar Rp46,46 miliar. Jumlah itu membengkak 14,7% dibandingkan rugi di periode lalu sebesar Rp40,52 miliar.
Kinerja itu pun terlihat dari sisi arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi BATA berbalik defisit Rp8,47 miliar, berbanding terbalik dari periode Semester I-2025 yang sempat mencatatkan surplus Rp4,19 miliar.
Di akhir, posisi kas di bank BATA per 30 Juni 2026 tergerus menjadi Rp26,81 miliar, menyusut 40,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp45,19 miliar.
Hingga saat ini, status saham BATA masih terkena cap suspensi, dengan posisi perdagangan terakhir berada di level Rp59.
Related News
Perusahaan Afiliasi Grup Sinarmas Jadi Pengendali Baru KETR
Caplok Raksasa RS, Emiten Raffi-Nagita Besok Izin Private Placement
Ada Emiten Cum Dividen Hari Ini, Bagikan Total Rp1 Triliun
PTBA Tarik Kredit Jumbo, Manfaatkan Fasilitas ini
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA





