Batavia Prosperindo (BPII) Ubah Nama dan Injeksi Modal Anak Usaha di Singapura USD28 Juta
EmitenNews.com—PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) Penyampaian informasi terkait perubahan nama, bidang usaha dan peningkatan investasi sehubungan dengan kepemilikan 100.00% saham Perseroan pada entitas anak Strait Merchants Capital Pte Ltd, Singapura
Merujuk dari keterbukaan informasi BPII yang kutip dari laman BEI, Senin (26/12/2022) disebutkan, sesuai informasi dari Company Secretary Strait Merchants Capital Pte Ltd, Singapura (SMC) tanggal 23 Desember 2022 bahwa telah disetujui oleh Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapura, perubahan-perubahan pada Entitas anak SMC.
Rudy Setiadi Tjahjono Direktur BPII menyebut, perubahan nama entitas anak menjadi Batavia Prosperity Pte Ltd (BP). Bidang Usaha menjadi Other Holding Company dan Management Consultancy Services.
Lalu ada juga peningkatan jumlah Investasi sebesar USD28 juta ekuivalen sebesar Rp 431,452,000,000/- atau sebesar 30,40% dari dari total ekuitas konsolidasian Perseroan per audit tanggal 31 Desember 2021.
Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan karena dilakukan dengan Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki Perseroan paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali serta tidak mengandung benturan kepentingan sesuai dengan POJK Nomor 42/POJK.04/2020.
“Jumlah Investasi Perseroan sehubungan dengan kepemilikan 100.00% saham Perseroan pada entitas anak BP menjadi Rp 431.831.400.398,” kata Rudy Setiadi Tjahjono.
Sampai dengan saat ini tidak ada dampak, informasi atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan.
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





