BDMN Ngebut Dua Hari, Ini Fakta di Balik Isu Merger dan Valuasi Murah
:
0
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)
EmitenNews.com - Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk mendadak “terbang” dan menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Hingga penutupan sesi I, harga BDMN melonjak 25% atau 770 poin ke level Rp3.850 per saham, melanjutkan reli kencang dalam dua hari terakhir.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas transaksi, dengan frekuensi mencapai 6.781 kali dan volume perdagangan menyentuh 42,44 juta saham. Sehari sebelumnya, saham BDMN masih berada di level Rp3.080 per saham.
Di balik penguatan agresif ini, beredar sejumlah rumor di pasar. Salah satunya terkait isu merger dengan MUFG Bank Ltd, pemegang saham mayoritas BDMN. Selain itu, muncul spekulasi bahwa emiten perbankan ini tengah bersiap menyesuaikan ketentuan free float minimum 15%.
Saat ini, MUFG tercatat menguasai 92,47% saham BDMN, sementara porsi publik baru sekitar 7,54% atau 729,47 juta saham per akhir Maret 2026. Dengan kondisi tersebut, ruang penyesuaian struktur kepemilikan dinilai masih terbuka.
Menanggapi rumor yang berkembang, Lotus Andalan Sekuritas memberikan pandangan bahwa skenario merger tidak mudah direalisasikan. Hal ini mengingat operasional MUFG di Indonesia masih berbentuk kantor cabang bank asing (KCBA), yang bukan badan hukum lokal sehingga tidak berada dalam posisi setara untuk merger dengan bank domestik seperti BDMN.
Sebaliknya, aksi korporasi yang lebih realistis dinilai berkaitan dengan pemenuhan ketentuan free float. Dengan porsi publik yang masih di bawah ambang batas, ada peluang bagi pemegang saham mayoritas untuk melakukan divestasi sebagian kepemilikannya.
Dari sisi valuasi, saham BDMN masih tergolong diskon. Nilai buku (book value) berada di kisaran Rp5.500 per saham, sementara harga pasar Rp3.850 mencerminkan price to book value (PBV) sekitar 0,7 kali. Dalam praktiknya, aksi divestasi perbankan umumnya mengacu pada nilai buku, sehingga membuka potensi upside jika skenario tersebut terealisasi.
Di sisi fundamental, BDMN juga telah menetapkan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025. Berdasarkan hasil RUPS Tahunan 31 Maret 2026, perseroan akan membagikan 35% dari laba bersih sebesar Rp3,97 triliun, atau setara Rp142,19 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 April 2026.
Related News
Efek Rangkap Jabatan, TINS Lepas Direktur Pengembangan Usaha
Divestasi Jumbo Saham SSMS, Putra Borneo Lepas Rp163,8 Miliar!
Bidik Kapasitas 1 GW, BREN Fokus Ekspansi Energi Hijau
Chitose (CINT) Bagi Dividen Rp13,8 per Saham, Yield Capai 6,05 Persen
Dibiayai Kas Internal, JTPE Siap Gelar Buyback 339,7 Juta Saham
PTPP Kebut Proyek Dapur MBG Rp507,8 Miliar, Rampung di 15 Provinsi





