EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang revisi target jumlah perusahaan yang mencatatkan saham atau listing untuk tahun 2026. Sebelumnya BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan mencatatkan sahamnya sejak awal tahun 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengungkapkan bahwa manajemen baru bursa saat ini masih melakukan pembahasan internal terkait target tersebut. Meski begitu, ia menegaskan saat ini belum ada keputusan final terkait revisi.

“Apakah kita akan revisi atau enggak, itu masih jadi bahan pembahasan kita juga. Dan belum ada keputusan,” ujar Saidu.

Saat ini, prioritas BEI adalah mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal melalui delapan aksi reformasi integritas yang telah bergulir sejak awal tahun.

Dalam implementasinya di sektor penilaian perusahaan, BEI akan memperketat proses penyaringan (screening) calon emiten sejak dini. Bursa juga aktif berkolaborasi dengan asosiasi seperti Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk melakukan pembinaan, bahkan sejak 1 hingga 2 tahun sebelum perusahaan melakukan IPO.

“Konsen kita lebih ke kualitas hari ini, bukan kuantitas lagi. Itu yang akan kita lakukan, karena kata kuncinya, kalau emiten-emiten yang berkualitas, bagus, trust akan baik, kan,” tutur Saidu.

Adapun hingga 10 Juli 2026, sebanyak tujuh perusahaan yang resmi mencatatkan saham di bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Ketujuh perusahaan itu yakni PT Rans Enternainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).