BEI Jadwalkan Penutupan 2025 dan Pembukaan 2026, Prabowo Bakal Hadir?
Seremoni penutupan perdagangan BEI 2024. FOTO-Dokumen BEI
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan jadwal penutupan perdagangan 2025 dan pembukaan perdagangan 2025. Penutupan perdagangan 2025 akan berlangsung besok (30/12), sementara pembukaan perdagangan 2026 berlangsung Jumat (2/1).
Dalam dokumen yang diterima, BEI akan memulai seremoni penutupan perdagangan 2025 mulai pukul 15.00 WIB. Seperti tahun-tahun sebelumnya, seremoni ini akan berlangsung di Main Hall BEI dan dihadiri oleh para undangan.
Adapun menurut jadwal BEI, penutupan perdagangan 2025 dilakukan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Inarno Djajadi.
Sementara itu, BEI menjadwalkan kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka perdagangan 2026. Nantinya, presiden juga akan didampingi para pejabat dari OJK, Bank Indonesia, hingga manajemen BEI.
Jika rencana itu berjalan lancar, maka ini kali pertama Prabowo menginjakan kachina di BEI sejak dilantik menjadi Presiden periode 2024-2029. Adapun pada tahun ini, pembukaan perdagangan BEI dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Seperti diketahui, sejak 2018, penutupan perdagangan BEI tak pernah lagi dihadiri Presiden. Tercatat, petinggi pemerintahan yang hadir biasanya adalah setingkat Menteri atau pun para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Peresmian penutupan perdagangan BEI yang pernah dihadiri Presiden terakhir kali berlangsung pada 2018. Saat itu, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung untuk memberi sambutan dan menekan tombol penutupan.
Sebelum itu, Jokowi juga pernah menghadiri penutupan perdagangan BEI pada 2017. (*)
Related News
Perketat Manajemen Risiko, Pintu Futures Sajikan 5 Fitur Unggulan
Penerbangan Carter Taipei-Manado Diharapkan Pacu Pariwisata dan Ekonom
PT Pertamina Hulu Mahakam Disetujui Lanjutkan Proyek
Perkuat Ekonomi Dalam Negeri, Pemerintah Kaji Stop Ekspor Timah
Stok Beras Akhir Februari Diprediksi Tembus 3,9 Juta Ton
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai





