BEI Telisik Lonjakan Harga Saham HRTA
Salah satu gerai emas perhiasan milik HRTA.
EmitenNews.com - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten perhiasan emas, menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material di balik lonjakan tajam harga sahamnya belakangan ini.
Hal tersebut disampaikan manajemen menanggapi surat permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham HRTA.
Corporate Secretary HRTA, Ong Deny, menyampaikan bahwa hingga saat ini perseroan belum memiliki atau mengetahui adanya informasi yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal, sebagaimana diatur dalam POJK No.31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi.
“Hingga saat ini, Perseroan belum mengetahui atau memiliki keterbukaan informasi yang berpotensi memengaruhi nilai efek perusahaan,” tulis Ong Deny dalam keteranganya ke BEI Kamis (16/10).
Perseroan juga menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material lain di luar agenda yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Juni 2025. Selain itu, HRTA menegaskan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham di Bursa.
“Jika nantinya terdapat aksi korporasi dalam waktu tiga bulan mendatang, Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Ong Deny.
Harga saham HRTA terus menunjukkan reli luar biasa sepanjang 2025. Pada perdagangan Kamis (16/10), saham HRTA melonjak 12,9% ke level Rp1.615 per saham.
Dalam sepekan terakhir, saham HRTA sudah naik 54,5% dari Rp1.045 (10 Oktober 2025). Dalam sebulan terakhir, terbang 81,4% dari Rp890 (16 September 2025). Dalam enam bulan, melesat 169,1% dari Rp600 (15 April 2025). Sepanjang tahun berjalan (YTD), melambung 392,3% dari Rp328 (2 Januari 2025).
Meski melonjak tajam, HRTA menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang berpotensi memengaruhi harga saham, sebagaimana diatur dalam POJK No.11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka
Related News
Saham BREN, BRPT, CUAN Diborong Prajogo Pangestu, Bakal Rebound?
Obral Saham NRCA, Saratoga Masih Jaga Kepemilikan di Atas 5 Persen
Harga Ambruk Prajogo Pangestu Turun Tangan Borong CUAN, Ini Hasilnya
Rencana PTDU Gelar RUPSLB 20 Januari Gagal Terlaksana, Ini Kendalanya
Performa BJBR di Tengah Tingginya Rasio Dividen dan Transformasi BJB
Genjot Performa, BIPI Kebut Mini LNG Plant Jawa TimurĀ





