Bekingi Raffi-Nagita, Eks Pentolan BEI-KSEI Sulap VISI Tuai Laba?
:
0
Raffi-Nagita saat liburan bersama dua buah hatinya. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Satu Visi Putra (VISI) langsung tancap gas. Melakukan bersih-bersih internal. Yaitu, dengan mencopot satu komisaris dan seorang direktur. Pemakzulan komisaris utama Robert Putra Sampurna, dan Farrel Yonathan dari posisi direktur ditahbiskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2025 pada 10 Juni 2026.
Tindakan itu, hanya berselang sehari setelah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi pengendali anyar VISI. Melalui PT Harmoni Semesta Investama, Raffi-Nagita mencaplok 1.901.580.000 saham senilai Rp178,74 miliar. Akuisisi saham setara 61,85 persen itu, dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp94 per eksemplar.
Sebagai pengganti, VISI mendapuk Uriep Budhi Prasetyo, sebagai komisaris utama merangkap komisaris Independen. Uriep sebelumnya, memangku jabatan sebagai komissaris independen. Kemudian, VISI juga mengangkat Hendra Budianto sebagai direktur, dan dr. Kartika Maria Okky Simanjuntak sebagai komisaris baru.
Jamak diketahui, Uriep berjasa mengantarkan VISI melakukan initial public offering (IPO) edisi 2024 masuk papan pengembangan. Kala itu, Uriep juga bertugas sebagai ketua komite audit VISI. Uriep sebagai mantan Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) edisi 2019-2023, dan eks direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI periode 2009-2015.
Menilik pengalaman itu, tidak salah kalau Raffi-Nagita menambah tugas Uriep sebagai komisaris utama VISI. Berbekal pengalaman panjang di lintasan pasar modal tersebut, Uriep diproyeksi untuk menggendong VISI dengan performa terbaik. Memberi nilai tambah bagi para pemegang saham.
Performa Jeblok
Sepertinya, tugas Uriep bakal tidak mudah. Pasalnya, menilik kinerja VISI kuartal pertama 2026 sangat tidak meyakinkan. Ya, per 31 Maret 2026 boncos Rp3,31 miliar. Bengkak 1.547 persen dari episode sama tahun lalu hanya minus Rp201,08 juta. Rugi per saham dasar menjadi Rp1,1 dari sebelumnya Rp0,1.
Penjualan bersih Rp72,74 miliar, susut 3,48 persen dari Rp75,37 miliar. Beban pokok penjualan Rp63,49 miliar, turun dari Rp67,2 miliar. Laba kotor Rp9,25 miliar, menanjak dari Rp8,16 miliar. Pendapatan lain-lain Rp38,21 juta, meroket dari Rp1,67 juta.
Beban penjualan Rp2,68 miliar, bengkak dari Rp2,49 miliar. Beban umum dan administrasi Rp5,64 miliar, bertambah dari Rp3,23 miliar. Beban pendanaan Rp1,89 miliar, bengkak dari Rp1,66 miliar. Beban lain-lain Rp2,45 miliar, bengkak dari Rp977,73 juta.
Jumlah ekuitas Rp178,57 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu Rp181,96 miliar. Total liabilitas tercatat Rp100,4 miliar, turun signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp109,6 miliar. Jumlah aset Rp278,97 miliar, menciut dari akhir 2025 senilai Rp291,57 miliar.
Related News
Kantongi Laba, MTMH Tetapkan Bagi Dividen Tunai
GLVA Ketok Dividen, Pemegang Saham Dapat Segini
IHSG Labil Jelang Review MSCI 18 Juni, Skenarionya Begini
Menkes dan Direksi BTN Guide Runner Pelari Disabilitas BTN Jakim 2026
Dugaan Margin Call Menguat Usai RLCO Jeblok 72 Persen dari ATH
Saham Melesat Ratusan Persen Ini Langsung ARB Usai Buka Suspensi





