Belum Puas, Masrizal Borong Terus Saham Phapros (PEHA) Rp670 per Lembar

EmitenNews.com -Masrizal A. Syarief selaku Komisaris PT Phapros Tbk (PEHA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Agustus 2023.
Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Senin (4/9) Masrizal A. Syarief menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 37.800 lembar saham PEHA di harga Rp670 per saham.
Sebagai informasi, Masrizal A. Syarief juga pernah membeli saham PEHA 37.500 lembar saham PEHA pada tanggal 29 Agustus 2023 dan sebanyak 37.200 lembar saham PEHA pada tanggal 21 Agustus 2023.
"Tujuan transaksi ini adalah untuk Tabungan saham dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Masrizal A. Syarief di PEHA bertambah menjadi 85,57 juta lembar saham setara dengan 10,188% dibandingkan sebelumnya sebanyak 85,53 juta lembar saham setara dengan 10,183%.
Di semester I 2023, PT Phapros Tbk (PEHA) mengalami penurunan laba bersih 29,73 persen (year on year/ yoy) dari Rp11,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp7,74 miliar (tidak diaudit).
Di saat yang sama penjualan perseroan juga turun meski tipis sebesar 1,87 persen yoy dari Rp565,51 miliar menjadi Rp554,91 miliar. Untuk beban pokok penjualan justru turun dari Rp289,15 miliar menjadi Rp276,16 atau setara 4,49 persen lebih rendah.
Laba bruto perusahaan di periode ini Rp278,75 miliar atau naik tipis 0,89 persen yoy dari sebelumnya Rp276,35 miliar. Laba usaha juga berubah dari Rp42,49 miliar menjadi Rp40,58 miliar.
Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp10,96 miliar atau turun 29,54 persen yoy dari semula Rp15,56 miliar. Laba per saham dasar juga turun dari Rp13 per lembar menjadi Rp9 per lembar.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar