Tender Wajib AMMS Dibuka, Radiant Ruby Pasang Harga Rp156
PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) resmi memiliki pengendali baru yaitu Radiant Ruby Company Ltd.
EmitenNews.com - Radiant Ruby Company Ltd resmi melangkah sebagai pengendali baru PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS). Menyusul aksi pengambilalihan tersebut, Radiant Ruby akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham AMMS yang dimiliki pemegang saham publik.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Radiant Ruby akan menawar sebanyak-banyaknya 247.059.302 saham atau setara 20,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor AMMS. Saham-saham tersebut ditawarkan dengan harga Rp156 per saham.
Harga penawaran ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham AMMS di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman negosiasi pengambilalihan pada 21 September 2025, yang berada di level Rp155,72 per saham.
Periode Penawaran Tender Wajib dijadwalkan berlangsung mulai 3 Februari 2026 hingga 4 Maret 2026, dengan tanggal pembayaran pada 9 Maret 2026.
Radiant Ruby sebelumnya telah mengakuisisi 630.001.369 saham AMMS atau setara 51,00% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Sesuai ketentuan POJK No. 9 Tahun 2018, pengendali baru wajib melakukan Penawaran Tender Wajib atas sisa saham publik.
Pengendali baru menegaskan memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran dalam rangka MTO ini. Kesiapan pendanaan tersebut dibuktikan dengan Surat Keterangan Referensi Bank dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tertanggal 24 Desember 2025.
Radiant Ruby juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk melikuidasi AMMS, melakukan delisting dari BEI, maupun mengubah status Perseroan menjadi perusahaan tertutup (go private).
Sebagai informasi, Radiant Ruby Company Ltd merupakan perusahaan investasi yang berdomisili di British Virgin Islands, dengan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yakni Brian Limiardi dan David Viratama Batubara.
Sementara itu, AMMS saat ini menjalankan usaha di bidang jasa sarana produksi budidaya ikan air payau, jasa pascapanen perikanan, pembesaran ikan laut, penyiapan lahan, perdagangan besar hasil perikanan, hingga real estat.
Ke depan, pengendali baru berencana melakukan transformasi arah bisnis AMMS. Kegiatan usaha utama Perseroan akan diarahkan dari sektor konvensional menuju pengembangan produk teknologi berbasis aset digital, termasuk aset keuangan digital dan tokenisasi aset.
Pengendali baru juga menargetkan pengembangan representasi aset keuangan konvensional seperti surat utang dan deposito ke dalam bentuk aset digital. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses, meningkatkan efisiensi pasar, serta berpotensi mendukung arus masuk modal asing ke dalam ekosistem keuangan Indonesia.
Harga saham AMMS hingga pukul 15:27 WIB tercatat merosot 50 poin atau 9,8 persen ke Rp460 per saham. Dalam periode 6 bulan terakhir, harga saham ini telah melompat 338 persen namun mencatat penurunan 9,9 persen di sepanjang 2026.
Related News
IHSG Terjun Bebas 4,88%, Semua Sektor Rontok Tanpa Ampun
Direktur BULL Borong 4 Juta Saham, Kepemilikan Naik Jadi 1,92 Persen
DAAZ Gabung ANTM–Huayou, Garap Proyek Jumbo EV Bernilai USD5–6 Miliar
Direktur BBCA Serok Saham Harga Bawah Rp2,1 Miliar
TOWR Mulai Buyback Hari Ini! Rp300M Disiapkan, EPS Siap Melesat?
Grup Hapsoro (SINI) Siapkan Capex Tambang Rp510M, Genjot Produksi 2026





