TOWR Mulai Buyback Hari Ini! Rp300M Disiapkan, EPS Siap Melesat?
Tower telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
EmitenNews.com - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi mengumumkan rencana pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) hingga 576 juta lembar. Aksi korporasi ini akan berlangsung mulai 2 Februari 2026 hingga 1 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen emiten menara telekomunikasi bagian dari Grup Djarum itu menyebutkan jumlah saham yang akan dibeli kembali setara 0,97 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Total dana yang disiapkan mencapai Rp300 miliar.
Manajemen menegaskan, buyback ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar, sekaligus berpotensi meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) seiring berkurangnya jumlah saham beredar.
“Proforma EPS Perseroan setelah buyback diproyeksikan meningkat akibat berkurangnya jumlah saham yang beredar,” ungkap manajemen.
Secara keuangan, aksi buyback tersebut akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp300 miliar. Total aset TOWR per 30 September 2025 tercatat Rp78,29 triliun, dan setelah buyback diperkirakan turun menjadi Rp77,99 triliun. Sementara ekuitas akan berkurang dari Rp26,33 triliun menjadi Rp26,03 triliun.
Dari sisi kinerja per saham, EPS TOWR diproyeksikan naik Rp0,44, dari sebelumnya Rp49,1 per saham menjadi Rp49,65 per saham setelah buyback terealisasi penuh.
Untuk pelaksanaan buyback, Perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen memastikan aksi korporasi ini tidak memberikan dampak material terhadap pendapatan, kegiatan usaha, maupun kelangsungan bisnis Perseroan. Buyback akan menggunakan dana internal dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan, kebutuhan modal kerja, serta kecukupan sumber pendanaan.
“Pembelian kembali saham ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa mendatang serta memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien,” pungkas manajemen TOWR.
Related News
DAAZ Gabung ANTM–Huayou, Garap Proyek Jumbo EV Bernilai USD5–6 Miliar
Direktur BBCA Serok Saham Harga Bawah Rp2,1 Miliar
Grup Hapsoro (SINI) Siapkan Capex Tambang Rp510M, Genjot Produksi 2026
Ditanya BEI, Ini Detail Jawaban GPSO Terkait Aset Rp700M Tjokro Group
Minat Investor Tinggi, Right Issue Saham INET Oversubscribe
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Rombak Pengurus





