Belum Terbebas Dari Tekanan, IHSG Dibuka Lemah 1,16 Persen Ke 6.209
EmitenNews.com - Perdagangan pasar saham Indonesia belum bisa beranjak dari zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini masih 10,2 poin atau 1,16 persen ke level 6.209,21. Sementara Indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,2 persen menjadi 980, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,45 poin atau 0,1 persen ke 699,78, dan indeks IDX30 turun 1,44 poin atau 0,3 persen ke 536,46. Menyambut perdagangan pagi ini, ada 101 saham menguat, 68 saham melemah, dan 137 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp173 miliar dari Rp490 juta lembar saham diperdagangkan. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain, saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp84 atau 46,6 persen ke Rp264, saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) naik Rp23 atau 25,56 persen ke Rp113, dan saham PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) naik Rp60 atau 6,6 persen ke Rp1.060. Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, yaitu PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) turun Rp4 atau 1,71 persen ke Rp230, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp350 atau 1,52 persen ke Rp22.725, dan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun Rp75 atau 1,40 persen ke Rp5.275. (Romys)
Related News
Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 2, Ini Strategi Salesnya
Cerita Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 1
Program Susu Sekolah MBG jadi Katalisator Ultrajaya Tekan Biaya Iklan
Efek Hormuz dan Prospek Fiskal, Bagaimana Nasib Market Ke Depan?
Transparansi 1 Persen - Titik Buta Pengawasan Pasar: Studi Kasus TPIA
Memaknai Rating Outlook Negatif Fitch dan Moody's untuk Indonesia





