Berkah Awal tahun, IPCC Klaim Layanan Bongkar Muat CBU Melonjak Signifikan
EmitenNews.com—Volume bongkar muat kendaraan di terminal kendaraan internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di awal tahun ini khusus pada segmen CBU sebanyak 32.629 unit atau mengalami peningkatan 86,28% year on year (yoy) dari periode yang sama di tahun lalu.
Sementara itu, pada terminal domestik tercatat bongkar muat kendaraan CBU sebanyak 28.156 unit atau naik 33,75% yoy dari tahun lalu. Pada Terminal internasional, sebanyak 32.629 unit berasal dari bongkar muat CBU impor yang naik 99,43% yoy menjadi 5.283 unit. Kemudian bongkar muat CBU ekspor naik 83,94% menjadi 27.346 unit.
"Kenaikan ini seiring dengan masih banyaknya permintaan akan kendaraan roda empat di masyarakat. Tidak hanya di dalam negeri namun permintaan akan CBU di luar negeri juga masih menunjukan peningkatan," ujar Investor Relation IPCC, Reza Priyambada dalam keterangannya, Rabu (15/2).
Sementara itu, pada terminal domestik angka 28.156 unit tersebut di atas dikontribusi dari Terminal IPCC di Tanjung Priok, Jakarta dan sejumlah terminal satelit yang telah dioperasikan penuh oleh IPCC. Kontribusi paling besar masih dari Terminal IPCC di Tanjung Priok dengan kontribusi penanganan bongkar muat CBU sebanyak 12.753 unit atau naik 3,25% yoy.
"Kemudian di Terminal Roro, Belawan, Medan memberikan kontribusi bongkar muat CBU sebanyak 6.750 unit atau naik 8,91% yoy dari tahun lalu," lanjutnya.
Sementara itu, dari Terminal Roro Makasar memberikan kontribusi penanganan bongkar muat CBU sebanyak 6.229 unit. Untuk Terminal Dwikora, Pontianak tercatat sebanyak 2.424 unit CBU atau lebih rendah 2,81% dari tahun lalu.
"Jika dibandingkan dengan persentase kenaikan di tahun lalu maka kenaikan di tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya," pungkas dia.
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





