Berkat Hauling Road, Performa RMKE Sepanjang 2025 Solid
Pengurus RMKE dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2024. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - RMK Energy (RMKE) membukukan kinerja operasional solid sepanjang akhir 2025. Itu ditopang kontribusi signifikan fasilitas jalan angkut (hauling road) baru mulai beroperasi. Infrastruktur itu, menjadi katalis penting dalam menjaga volume jasa angkutan batu bara, dan mendorong pertumbuhan segmen penjualan batu bara perseroan.
Berdasar laporan operasional Januari 2026, RMKE mencatat tambahan volume jasa 1,5 juta ton dari operasional hauling road baru. Tambahan volume itu, dari kerja sama strategis dengan tiga klien baru, yaitu Wiraduta Sejahtera Langgeng, Duta Bara Utama, dan Menambang Muara Enim di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).
Kontribusi itu, membantu pemulihan kinerja sejak kuartal III-2025 setelah sebelumnya sempat mengalami tren penurunan pada kuartal II. Secara total, volume jasa angkutan batu bara RMKE sepanjang 2025 berhasil dipertahankan di level sekitar 8 juta ton. Nah, dari sisi penjualan batu bara, perseroan mencatat lonjakan kuat pada kuartal IV-2025 dengan volume mencapai 1,3 juta ton, naik 34,5 persen secara tahunan.
Sepanjang 2025, total penjualan batu bara tercatat 2,3 juta ton, sebagian besar bersumber dari tambang pihak ketiga. Manajemen menyebut kenaikan volume tersebut juga ditopang harga jual lebih baik periode akhir tahun. Peningkatan volume penjualan pada akhir tahun juga diiringi perbaikan harga jual.
“Kami melihat pertumbuhan signifikan pada volume penjualan batu bara pada kuartal IV-2025 dengan harga jauh lebih baik. Kami juga optimistis pada 2026 volume penjualan akan meningkat seiring opsi pembelian batu bara di mulut tambang telah terhubung dengan hauling road,” tegas Vincent Saputra, Direktur Utama RMKE.
Ia menambahkan dari sisi jasa, operasional hauling road telah memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja 2025. Tambahan 1,5 juta ton volume baru membantu menopang volume jasa sempat menurun pada semester pertama, dan memperkuat performa pada semester kedua tahun lalu.
Nah, untuk 2026, perseroan menargetkan peningkatan konektivitas hauling road ke-19 tambang potensial. Di mana, tiga di antaranya telah terealisasi pada 2025. RMKE membidik penambahan 4–5 klien baru dengan target volume jasa transportasi mencapai 12 juta ton, dan target penjualan batu bara 3,6 juta ton.
Secara operasional, RMKE didukung infrastruktur terintegrasi Sumatera Selatan. Meliputi Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road, Pelabuhan Musi 2, dan tambang in-house Truba Bara Banyu Enim. Sebelumnya, perseroan mengumumkan rencana buyback saham hingga Rp200 miliar.
Rencana transaksi buyback itu, didasari fundamental solid, dan peluang pertumbuhan signifikan sejak pengoperasian hauling road secara optimal pada semester kedua tahun lalu. Sejumlah sekuritas juga telah merevisi naik target harga saham RMKE. Di antaranya Sinarmas Sekuritas, dan Ajaib Sekuritas mematok target di kisaran Rp13 ribu per lembar.
Pada perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 26, saham RMKE ditutup melemah 4,36 persen menjadi Rp4.830 per helai. Pelaku pasar kini menanti realisasi target ekspansi volume, dan penambahan klien baru pada 2026 sebagai katalis lanjutan bagi pertumbuhan kinerja, dan valuasi perseroan. (*)
Related News
Bos Danantara Blusukan ke BEI, Mau Tengok Agenda Rapat Bersama MSCI
OKI Pulp & Paper Geber Pendanaan Jumbo Lewat Obligasi dan Sukuk Ini
Kembali Berdarah, IHSG Sesi I (2/2) Ambles Parah 5,31 Persen ke 7.887
Kampanye XXXploration Can Be Fun, Fiesta Condoms Gandeng Lubricants
BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
Investor Jangan Panik! Pasar Lagi Detox Lihat Saham Fundamental





