Berkutat Zona Merah, IHSG Susuri Level 6.585
Sejumlah pengunjung berjalan melalui koridor Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berdamai dengan zona merah. Sentimen negatif masih mendominasi pasar, terutama ketidakpastian kebijakan moneter global. Tekanan eksternal dari isu perang dagang, dan tarif impor berpotensi mengganggu stabilitas pasar.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut menambah tekanan bagi investor di tengah peningkatan volatilitas pasar keuangan. Jadi, sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 11 Februari 2025, Indeks akan mengarungi ruang gerak dengan rentang support 6.585, dan resistance 6.825.
Investor lokal masih mencermati dampak kebijakan fiskal, dan kondisi makroekonomi terbaru, termasuk data ekonomi akan rilis dalam waktu dekat. Meski ada ekspektasi terhadap beberapa sektor defensif berpotensi mencatat kinerja stabil, tekanan jual akibat aksi profit-taking, dan arus keluar dana asing tetap menjadi faktor utama pemberat gerak Indeks.
Berdasar data itu, Stocknow.id menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi beberapa saham berikut. Antara lain Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) Rp3.050 per saham, dengan take profit di kisaran harga Rp3.170-3.230 per helai, dan stop loss di posisi Rp2.960 per eksemplar.
Merdeka (MDKA) Rp1.490, take profit Rp1.550-1.580, dan stop loss Rp1.445. Kalbe Farma (KLBF) Rp1.320, take profit Rp1.370-1.400, dan stop loss Rp1.280 per lembar. Surya Citra (SCMA) Rp204 per helai dengan take profit Rp210-218 per saham, dan stop loss Rp196 per eksemplar. (*)
Related News
IHSG Sesi I Turun Tipis ke 7.054, IDXTRANS Malah Anjlok 3,86 Persen
KPR BTN Take Over Tawarkan Bunga 2,65 Persen Fixed 3 Tahun
Banyak Masalah, Menkeu Akan Evaluasi Sistem Coretax
Di Jepang Prabowo Ungkap Keinginan Indonesia Pacu Transformasi Energi
Bergerak Volatil, IHSG Naik 0,82 Persen ke 7.149
Dari Jepang, Proyek Blok Masela Peroleh Kepastian





