Bersama Empat BPD, Askrindo Teken Kerja Sama Penjamin Kredit Usaha Alsintan
:
0
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. Askrindo bersama BPD Bali, BPD Jateng, BPD DIY, dan Bank Sumut menandatangani Perjanjian Kerjasama Penjamin Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) di Surabaya, Jawa Timur.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Plt. Direktur Utama Askrindo, Liston Simanjuntak dengan Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman sudharma; Plt. Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro; Direktur Pemasaran Bank Sumut, Hadi Sucipto; dan Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad. Ikut menyaksikan Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Gede Edy Prasetya dan Direktur Bisnis PT Askrindo, Budhi Novianto.
Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (11/1/2024), Liston Simanjuntak mengatakan dengan adanya program Kredit Usaha Alsintan tersebut banyak manfaat yang dirasakan oleh para petani, di antaranya, dapat mendorong kemandirian petani.
“Askrindo hadir untuk memberikan jaminan atas risiko pengembalian Kredit Usaha Alat Dan Mesin Pertanian (KUA) yang diberikan kepada terjamin/debitur Kredit Usaha Alat Dan Mesin Pertanian (KUA). Juga untuk pembelian alat dan mesin pertanian yang diusahakan sebagai taksi alat dan mesin pertanian pada tahapan pra panen, panen, dan pasca panen," ujar Liston Simanjuntak.
Askrindo senantiasa mendukung program-program strategis pemerintah, di berbagai sektor salah satunya sektor pertanian. Diharapkan dengan kerjas ama ini, para petani semakin percaya diri dan dapat meningkatkan produksi sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan.
Related News
Realisasi Investasi DIY Rp2,01 Triliun, Ditopang Sleman dan Yogyakarta
Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara, PLN Dukung Target NZE 2060
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen





