Bersihkan SLIK OJK Kini Cuma 3 Hari Kerja, Ini Aturannya
:
0
OJK mempercepat pembaruan status informasi debitur pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi paling lambat 3 hari kerja setelah pelunasan. (Ilustrasi: Pilih Kredit)
EmitenNews.com - Masyarakat dan pelaku usaha yang telah melunasi pinjamannya kini tidak perlu menunggu lama untuk membersihkan riwayat kreditnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat pembaruan status informasi debitur pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi paling lambat 3 hari kerja setelah pelunasan.
Kebijakan pembaruan SLIK super cepat ini resmi berlaku efektif sejak 1 Juli 2026. Selain mempercepat pembaruan data pelunasan, OJK juga menerapkan threshold informasi debitur untuk nominal di atas Rp1 juta.
Langkah ini ditempuh guna memperkuat infrastruktur informasi perkreditan nasional sekaligus meningkatkan kualitas data debitur. Penataan ini ditujukan untuk mendukung kelancaran penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta program penyediaan perumahan bagi masyarakat.
OJK menyampaikan bahwa pembaruan data yang cepat oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) sangat penting agar akses pembiayaan masyarakat tidak terhambat oleh masalah administratif masa lalu.
"OJK mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) melalui percepatan pembaruan informasi kredit atau pembiayaan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menjadi paling lambat 3 hari kerja setelah pelunasan," ungkap KSSK dalam siaran pers resminya.
Bagi perbankan dan pelaku pasar keuangan, kebijakan ini mempermudah analisis risiko kredit secara real-time sekaligus memperluas ruang ekspansi intermediasi perbankan tanpa mengurangi aspek kehati-hatian.(*)
Related News
OJK Terbitkan POJK 6/2026, Finfluencer Saham Dipelototi
Siap-Siap, Saham Tak Penuhi Free Float 15% Akan Ditandai BEI
BEI Resmikan 14 Notasi Khusus Baru untuk Tanggulangi Emiten Bermasalah
Permintaan CPO Anjlok, Harga Referensi Dipangkas
Perkuat Ekosistem Keuangan Berkelanjutan, BEI Tetapkan Saham Hijau
BI Soroti Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global





