EmitenNews.com - Ifishdeco (IFSH) akan membagi dividen tunai Rp50 miliar. Besaran dividen itu, diambil sekitar 69,32 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 sejumlah Rp72,14 miliar. Dengan hasil itu, para investor akan mendapat jatah dividen Rp26 per lembar.

Kalau dikalkulasi dengan penutupan perdagangan saham perseroan edisi Rabu, 20 Mei 2026 di kisaran Rp1.680, maka dividen yield IFSH sekitar 1,55 persen. Selanjutnya, sisa 30,68 persen atau Rp22,13 miliar dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 18 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Mei 2026. 

Cum dividen pasar tunai pada 2 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 3 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 19 Juni 2026. 

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, IFSH mengemas laba bersih Rp72,14 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp733,55 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp913,16 miliar.

Kuartal I Boncos 205 Persen

Sepanjang kuartal pertama 2026, IFSH boncos Rp6,55 miliar. Drop 205,47 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba senilai Rp6,21 miliar. Penjualan bersih Rp296,77 miliar, mengalami lompatan secara signifikan dari periode sama tahun sebelumnya Rp207,27 miliar. 

Beban pokok penjualan Rp202,87 miliar, mengalami pembengkakan dari sebelumnya Rp149,37 miliar. Laba kotor terkumpul Rp93,89 miliar, melonjak signifikan dari Rp57,88 miliar. Laba usaha Rp51,52 miliar, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu dengan koleksi Rp19,48 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp906,48 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu Rp913,16 miliar. Total liabilitas terkumpul Rp171 miliar, mengalami pembengkakan dari akhir tahun sebelumnya Rp147,62 miliar. Jumlah aset Rp1,07 triliun, naik tipis dari tahun 2025 sebesar Rp1,06 triliun. 

Sandang Status HSC