Bersua MSCI, Menegakkan Trust Agar Pasar Modal Tetap Kredibel
Kantor Morgan Stanley tampak ramai dengan lalu lalang pegawai kantoran. FOTO - ISTIMEWA
MSCI membutuhkan counterpart yang punya kewenangan, dan kapasitas teknis, bukan sekadar perwakilan seremonial. Idealnya, yang hadir pejabat aktif yang secara formal memiliki mandat pengawasan pasar modal, dan pimpinan self regulatory organization yang masih berfungsi penuh, didampingi pejabat teknis yang menguasai detail.
Tujuannya sederhana: memastikan diskusi tidak berhenti pada narasi, tetapi menyentuh deliverables dan timeline. Analogi sederhananya. Kalau rumah mengalami kebocoran besar saat hujan, kita tidak cukup mengirim juru bicara untuk meyakinkan tetangga bahwa rumah baik-baik saja. Perlu menghadirkan orang yang memegang kunci rumah, paham peta pipa, dan bisa menunjukkan perbaikan sedang berjalan, bukan baru akan dipesan.
Sinergi Tanpa Mengorbankan Independensi
Pertanyaan ketiga justru paling menentukan masa depan: bagaimana pasar modal kredibel namun tetap bersinergi dengan pemerintah. Jawabannya ada pada pemisahan tegas antara tujuan, dan instrumen. Pemerintah wajar punya tujuan besar: pertumbuhan, pendalaman pasar, pembiayaan pembangunan, industrialisasi, hilirisasi, dan seterusnya.
Pasar modal juga bisa menjadi kendaraan penting untuk itu. Namun instrumen pasar modal, yakni aturan main, pengawasan, penegakan, serta tata kelola bursa, harus dijaga independensinya. Sinergi berarti searah tujuan, bukan saling mengatur detail instrumen. Kredibilitas lahir ketika pelaku pasar percaya bahwa wasit tidak ikut bermain.
Di sini, lembaga pasar modal harus membangun dua jangkar. Jangkar pertama adalah prosedur rule based. Perubahan kebijakan harus bisa dijelaskan basisnya, risikonya, dan masa transisinya, sehingga tidak terasa berubah karena tekanan jangka pendek. Jangkar kedua governance internal kuat, termasuk manajemen konflik kepentingan, standar keterbukaan informasi, dan konsistensi penegakan.
Dalam konteks Indonesia, agenda reform struktural seperti demutualisasi bursa yang ditargetkan pada paruh pertama 2026 bisa menjadi momentum memperkuat tata kelola, asalkan dikawal transparan dan tidak menjadi ruang kompromi kepentingan. Jika reform hanya dipahami sebagai perubahan bentuk, bukan perubahan disiplin governance, maka pasar tidak akan memberi premi kepercayaan.
Sinergi sehat juga berarti membangun basis investor institusi domestik. Ketika porsi investor jangka panjang kuat, pasar lebih tahan guncangan dan tidak mudah panik karena arus dana jangka pendek. Pemerintah dapat membantu melalui kerangka insentif dan pendalaman produk, sementara otoritas memastikan tata kelola dan perlindungan investor.
Mengembalikan Kepercayaan dengan Aksi yang Terlihat
Tiga pertanyaan pada akhirnya bermuara pada satu tugas negara: mengembalikan kepercayaan melalui kepemimpinan kredibel, komunikasi krisis disiplin, dan reform bisa diverifikasi. ”Kita tidak sedang kekurangan ide. Kita sedang membutuhkan figur yang bisa mengeksekusi ide dengan integritas, dan sistem yang memastikan perubahan tidak bergantung pada satu dua orang,” tegasnya.
Pertemuan dengan MSCI harus diperlakukan sebagai diplomasi kepercayaan berbasis deliverables, bukan sekadar klarifikasi. Dan sinergi pemerintah dengan pasar modal harus ditempatkan dalam kerangka yang benar: searah tujuan, independen pada instrumen. Pasar modal, seperti jembatan gantung, berdiri karena dua hal: struktur baja yang kuat dan keyakinan orang untuk melintas.
Struktur bisa diperbaiki dengan regulasi dan reform. Tetapi keyakinan hanya kembali jika publik melihat konsistensi, ketegasan yang adil, dan kepemimpinan yang membuat semua pihak percaya bahwa jembatan itu aman untuk dilalui, hari ini, besok, dan seterusnya. (*)
Related News
Friderica Widyasari Dewi Kini Pimpin OJK
Analis Ini Nilai Ada Pembiaran Praktik Buruk Tata Kelola Pasar Modal
Investor Pasar Modal Indonesia Lampaui Angka 21 Juta
Nyusul Tiga Koleganya, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara Juga Mundur
Mundurnya Tiga Petinggi OJK Bisa Jadi Fase Pasar Modal Lebih Kredibel
Serentak Mundur! Kini Giliran Pucuk Pimpinan OJK Lepas Jabatan





