Bertenor 3 Tahun, BFI Finance (BFIN) Tarik Utang Rp2,2 Triliun Untuk Modal Kerja
:
0
EmitenNews.com -PT BFI Finance Indonesia (BFIN) meraih fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD150 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun. Dana ini rencananya digunakan untuk modal kerja.
"BFI Finance telah menandatangani perjanjian fasilitas sindikasi pinjaman berjangka yang dijamin sebesar US$ 150 juta," ungkap Direktur BFI Finance Sudjono seperti yang diumumkan melalui keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/5/2023).
Pinjaman sindikasi ini melibatkan Standard Chartered Bank dan United Overseas Bank Limited sebagai Mandated Lead Arrangers and Bookrunners, serta Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited sebagai Agen Fasilitas (Agent). Adapun PT Bank Central Asia Tbk bertindak sebagai Agen Jaminan (Security Agent).
"Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu sampai dengan tiga tahun dari tanggal penarikan dan akan digunakan untuk modal kerja dalam kegiatan usaha pembiayaan," imbuh Sudjono.
Sementara jika mengacu pada laporan keuangan BFI Finance sampai Maret 2023, perusahaan tercatat memiliki pinjaman yang diterima mencapai Rp 10,79 triliun. Nilai tersebut naik 5,29% year to date (ytd) dibandingkan akhir Desember 2022 sebesar Rp 10,25 triliun.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





