EmitenNews.com - PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), emiten properti yang terafiliasi dengan Grup Elang Mahkota Teknologi (EMTK), mengungkap perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi penyebab suspensi saham perseroan per Desember 2025. 

Perseroan menegaskan pemenuhan ketentuan minimum free float 7,5 persen sebagaimana dipersyaratkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun, hingga wacana terbaru free float yang akan dikerek hingga menjadi 10 persen sebagaimana kajian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini free float RSGK tercatat memiliki sebesar 51,19 juta lembar saham tersebar bagi publik yakni, setara 5,5 persen porsi saham RSGK.

Agus Rosyadi, Corporate Secretary RSGK dalam laporan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi yang terbit pada Rabu (31/12) menyampaikan bahwa Direksi dan Dewan Komisaris telah melakukan pembahasan internal, termasuk penjajakan terhadap calon pemegang saham yang direncanakan melakukan divestasi saham. Tahapan ini tercatat telah terealisasi 100 persen sejak Juni 2024.

Selanjutnya, perseroan juga telah melakukan pendekatan kepada sejumlah pemegang saham terkait rencana divestasi saham guna memenuhi ketentuan free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A serta ketentuan V.1.1 dan/atau V.1.2. Hingga Desember 2025, progres tahap ini baru mencapai 50 persen, seiring masih berlangsungnya diskusi intensif untuk mencapai kesepakatan bersama.

Menurut keterangan tertulis Agus, rencana penjualan saham melalui pasar negosiasi yang ditargetkan berlangsung pada periode Desember 2025 hingga Desember 2026, hingga kini belum terealisasi atau masih berada pada tahap 0 persen. 

Perseroan belum mengungkapkan lebih lanjut calon pembeli maupun potensi nilai transaksi divestasi tersebut.

Agus menjelaskan bahwa RSGK memiliki komitmen berkelanjutan untuk terus mengupayakan pemenuhan persyaratan minimum free float sebagai bagian dari proses pemulihan status perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Pada saat ini, saham RSGK terpantau harganya terkunci di Rp980 sejak 31 Januari 2025 lalu.

Sebagai catatan, grup Emtek melalui anak perusahaannya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME), yang dikenal juga sebagai Omni Hospitals. Pada akhir 2021 hingga awal 2022, Emtek Group, melalui SAME, secara bertahap mengakuisisi mayoritas saham RSGK dan menjadikannya bagian dari gurita bisnis kesehatan milik grup Emtek tersebut.