EmitenNews.com - BI mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) swasta pada triwulan I 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Posisi ULN swasta pada triwulan I 2022 tercatat sebesar 206,4 miliar dolar AS, turun dari 206,5 miliar dolar AS pada triwulan IV 2021.
Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,6% (yoy).
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran persnya hari ini menyampaikan bahwa perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama triwulan I 2022. "Sehingga ULN lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) terkontraksi masing-masing sebesar 5,1% (yoy) dan 1,0% (yoy)," jelasnya.
Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; sektor industri pengolahan; serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6% dari total ULN swasta. ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,0% terhadap total ULN swasta.(fj)
Related News
Menaker: Sertifikasi Profesi Harus Murah dan Mudah Diakses
Demi Angkat Harga, Pemerintah Pangkas Produksi Nikel 260 Juta Ton
Produksi BBM Euro 5 Akselerasi Industri Otomotif Modern
Posisi Utang LN Swasta November 2025 Turun USD500 Juta
Berkembangnya Teknologi AI, Ubah Peta Investasi Properti di Indonesia
Ini Respon Cepat Purbaya Tangani Keluhan Bos Danantara Soal Coretax





