EmitenNews.com - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten alias bank bjb (BJBR) memutuskan pembagian dividen Rp900 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 78,27 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2024 senilai Rp1,15 triliun. So, para invvestor akan mendapat suntikan dividen Rp85,54 per lembar. 

Kebijakan dividen tersebut menjadi bukti komitmen bank bjb memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Keputusan dividen itu, telah dipatenkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 28 April 2026. Rapat berlangsung secara hybrid, dengan kehadiran fisik terbatas di Bale Pakuan (Gedung Negara Pakuan), Bandung serta partisipasi daring melalui platform eASY.KSEI.

Selain itu, para investor menyetujui pengangkatan pengurus perseroan. Perubahan ini mencakup pengangkatan anggota dDreksi dan dewan komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), maka susunan anggota dewan komisaris dan direksi bank bjb sebagai berikut:

Dewan Komisaris meliputi Komisaris Utama Independen Susi Pudjiastuti, Komisaris Independen Novian Herodwijanto, Komisaris Independen Eydu Oktain Panjaitan, Komisaris Rudie Kusmayadi, Komisaris Herman Suryatman, dan Komisaris Tomsi Tohir. 

Formasi direksi antara lain Direktur Utama Ayi Subarna, Direktur Kepatuhan Asep Dani Fadillah, Direktur Keuangan Hana Dartiwan, Direktur Korporasi dan UMKM Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel Nunung Suhartini, Direktur Teknologi Informasi Muhammad As’adi Budiman, dan Direktur Operasional Herfinia. 

Alasan Angkat Susi Pudjiastuti

Gubernur Jawa Barat KDM, sapaan Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali mengatakan, mengaku telah merekomendasikan orang-orang berintegritas untuk masuk jajaran direksi, dan komisaris, termasuk nama Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb menurut saya memiliki integritas," ucapnya.

Menurut KDM, Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas dalam memberikan nasihat kepada Gubernur dalam pengambilan keputusan. bank bjb juga mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Total aset meningkat menjadi Rp221,3 triliun, menjadikan bank bjb sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia. Capaian ini tidak terlepas dari penguasaan pasar yang kuat, dukungan teknologi yang terus ditingkatkan, serta kolaborasi erat dengan pemegang saham utama.

RUPST ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bank bjb dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat dan Banten. bank bjb, yang selama ini dikenal sebagai salah satu bank pembangunan daerah terkemuka, terus berupaya memperluas jangkauan layanannya dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan semangat transformasi dan profesionalisme tinggi, bank bjb memantapkan langkah menuju masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan. RUPST Tahun Buku 2025 menjadi refleksi dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)