EmitenNews.com - Astrindo Nusantara (BIPI) per 31 Maret 2026 mengemas rugi dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD73,64 ribu. Longsor 102 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi laba bersih USD3,56 juta. Akibatnya, rugi bersih per saham dasar menjadi USD0,000001 dari sebelumnya surplus USD0,000056.

Pendapatan USD47,44 juta, anjlok 34,54 persen dari posisi sama tahun lalu USD72,48 juta. Beban pokok pendapatan USD31,95 juta, mengalami penciutan dari periode sama tahun sebelumnya USD56,47 juta. Laba kotor USD15,48 juta, mengalami penyusutan dari fase sama 2025 senilai USD16,01 juta.

Beban umum dan administrasi USD3,5 juta, mengalami pembengkakan dari USD2,86 juta. Laba usaha USD11,98 juta, mengalami koreksi dari episode sama tahun lalu USD13,14 juta. Bagian laba dari ventura bersama USD3,44 juta, melejit dari USD1,47 juta. Penghasilan bunga USD1,3 juta, melejit dari USD738,85 ribu.

Beban keuangan USD14,27 juta, menciut dari sebelumnya USD16,98 juta. Lain-lain bersih USD1,48 juta, susut dari USD6,75 juta. Beban pajak penghasilan USD3,37 juta, mengalami pembengkakan dari edisi sama tahun lalu USD1,2 juta. Laba bersih USD584,12 ribu, mengalami perosotan dari periode sama tahun sebelumnya USD3,92 juta.

Total ekuitas terkumpul USD595,35 juta, meningkat dari akhir tahun lalu USD593,98 juta. Defisit USD192,9 juta, bengkak tipis dari sebelumnya USD192,83 juta. Jumlah liabilitas USD968,42 juta, mengalami penyusutan secara signifikan dari akhir tahun sebelumnya USD1 miliar. Total aset USD1,56 miliar, melorot dari akhir 2025 senilai USD1,59 miliar. (*)