BMRI–PSAB Bersiap Cum Dividen 15 September, BBCA–CMRY Cair Pekan Ini!
:
0
Ilustrasi dividen. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Sejumlah emiten besar akan memasuki jadwal cum dividen dan pembayaran dividen pada pekan mendatang, 14–18 September 2026. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) bersiap cum dividen interim pada Selasa, 15 September 2026.
Berdasarkan penelusuran EmitenNews, BMRI tercatat akan membagikan dividen interim Rp66 per saham. Dengan harga penutupan terakhir pada Jumat (11/9/2026) di Rp4.360, maka dividend yield BMRI mencapai 1,51%.
Sementara PSAB membagikan dividen Rp30 per saham. Dengan harga terakhir di Rp580, dividend yield PSAB tercatat jumbo yakni, sebesar 5,17%.
Cum date untuk BMRI dan PSAB sama-sama jatuh pada Selasa, 15 September 2026 dan ex date pada Rabu, 16 September 2026.
Adapun, tanggal pencatatan atau recording date ditetapkan 17 September 2026. Pembayaran dividen PSAB dijadwalkan pada 29 September 2026, sedangkan BMRI pada 2 Oktober 2026.
Selain itu, terdapat 2 emiten besar lain yang juga akan segera mencairkan dividen ke rekening investornya pada pekan ini.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membayarkan dividen Rp25 per saham pada Rabu, 16 September 2026. Sebelumnya pada Juni 2026 perseroan juga telah membagikan dividen interim Rp20 per saham. Total nilai dividen BBCA kali ini mencapai Rp3,07 triliun dengan cum date pasar reguler/negosiasi pada 28 Agustus 2026.
Sementara PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dijadwalkan membayarkan dividen interim Rp100 per saham pada Jumat, 18 September 2026. Total nilai dividen CMRY sebesar Rp793,46 miliar dengan cum date pasar reguler/negosiasi pada 3 September 2026.
Related News
Repower Asia (REAL) Tancap Gas di Rumah Subsidi via KSO di Bogor
30 Oktober, IMPC Distribusi Dividen Interim Rp273,43 Miliar
Kurangi Porsi, SSS Kini Kuasai 78,95 Persen Saham Victoria Care (VICI)
Penggunaan Dana IPO Harta Djaya (MEJA), Terbesar Untuk Modal Kerja
Pengendali VICI Anne Vabilia Salim Jual 402,4 Juta Saham, Raup Rp301M
Eksplorasi DEWA Tertahan Perizinan, Biaya Tembus Rp14,51M di Q3 2026





