Borong 3,78 Miliar Lembar, Archipelago Kempit 27,15 Persen Saham Primaya Hospital (PRAY)
EmitenNews.com - Archipelago Investment Pte Ltd tampil sebagai pemegang di atas lima persen Famon Awal Bros Sedaya alias Primaya Hospital (PRAY). Itu setelah perusahaan asal Singapura itu, memborong 3.789.358.400 helai alias 3,78 miliar eksemplar.
Aksi Archipelago itu, dibantu Standard Chartered Bank. Dengan penuntasan transaksi itu, perusahaan berbasis di The Northern Trust Company S/A Archipelago Investment 168 Robinson Road #37-01 Capital Tower, Singapura itu, mengempit 3,78 miliar lembar alias 27,15 persen.
Saat bersamaan, Awal Bros Citra Batam melego 650.067.824 helai alias 650,06 juta eksemplar. Dengan transaksi itu, timbunan saham Awal Bros Citra tersisa 2,42 miliar lembar setara dengan 17,34 persen. Berkurang dari sebelum transaksi dengan donasi 3,07 miliar helai alias 22 persen.
Sebelumnya, pemegang saham pengendali Primaya Hospital yaitu Famon Obor Maju telah menjual 658.884.733 lembar atau 4,72 persen. Aksi penjualan telah dilakukan pada 20 Februari 2023.
Aksi Archipelago itu, menguak tabir transaksi jumbo saham Primaya Hospital senilai Rp3,3 triliun. Nilai tersebut 28,6 persen dari total nilai transaksi pada penutupan perdagangan Senin, 27 Februari 2023 mencapai Rp11,5 triliun.
Kala itu, saham Primaya Hospital ditransaksikan di pasar negosiasi 34,8 juta lot senilai Rp3,32 triliun. Transaksi dibantu Mandiri Sekuritas (CC) dan Stockbit Sekuritas Digital (AK) sebagai pembeli, sedang UBS Sekuritas (XL), Indopremier Sekuritas (PD), dan Verdhana Sekuritas (BB) sebagai pihak penjual. Harga rata-rata jual dan beli pada level Rp954-955 per lembar. (*)
Related News
Tekanan Berlanjut, Rugi Cashlez Tembus Rp68 Miliar Pada 2025
Awal 2026, Penjualan Batu Bara RMKE Tumbuh 4 Kali Lipat
MEJA Tutup Buku Waran Seri I, 318 Juta Saham Baru Masuk Pasar
Likuiditas Terjaga, TAFS Siap Bayar Obligasi Rp371,52 Miliar
TRON Siapkan Penambahan Usaha Baru, Dua Komisaris Malah Mundur
Buyback 3 Bulan Dimulai, RMKE Baru Serap Rp9,9M dari Anggaran Rp200M





