EmitenNews.com - Emiten jasa teknologi finansial dan pembayaran digital, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang 2025. Perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp68,12 miliar, melonjak 102 persen dibandingkan kerugian Rp33,73 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba per saham (earnings per share/EPS) CASH tercatat minus Rp47,6 per saham pada 2025, memburuk dibandingkan EPS negatif Rp23,57 per saham pada 2024.

Pelemahan kinerja tersebut tidak terlepas dari penurunan pendapatan Perseroan yang merosot 20,35 persen menjadi Rp110,18 miliar, dari sebelumnya Rp138,34 miliar pada 2024.

Meski demikian, CASH masih mampu mencatatkan laba kotor sebesar Rp20,17 miliar sepanjang 2025, sedikit lebih baik dibandingkan laba kotor Rp19,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, lonjakan kerugian piutang neto menjadi Rp11,16 miliar, dari hanya Rp360,59 juta pada 2024, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong rugi usaha melonjak tajam menjadi Rp54,83 miliar, dibandingkan Rp35,97 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban usaha seperti beban penjualan serta beban umum dan administrasi tercatat relatif stabil dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, beban keuangan melonjak signifikan menjadi Rp10,67 miliar pada 2025.

Tekanan juga datang dari sisi perpajakan. Beban pajak Perseroan meningkat dari Rp881,81 juta menjadi Rp1,67 miliar, sementara beban pajak tangguhan melonjak tajam menjadi Rp11,18 miliar sepanjang 2025.