EmitenNews.com - PT Rohartindo Nusantara Luas (TOOL) mamborong aset senilai Rp25 miliar. Aset berupa dua unit gudang itu berlokasi di Pergudangan Kosambi Permai, Jalan Raya Perancis, Blok J nomor 31-32, Jatimulya, Kosambi, Tangerang, Banten.
Lalu, 3 unit rumah kantor (rukan), di Komplek Ruko Mahkota Ancol, Blok B No. 56, Blok C No.56, dan Blok E No.33, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Aset-aset itu, dibeli perseroan dari Ronald Hartono Tan.
Transaksi itu dilatari keinginan untuk melakukan efisiensi, dan pengembangan kegiatan operasional dengan kegiatan usaha di Kabupaten Tangerang masih menggunakan bangunan atau gudang sewaan. Dengan transaksi pembelian gudang itu, perseroan dapat menghemat biaya sewa, dan meningkatkan aset perseroan.
Pembelian rukan untuk pengembangan kegiatan usaha, dan akan menjadi subpoint pengiriman wilayah Jakarta dan/atau untuk tempat penyimpanan sejumlah produk perseroan. Pembelian rukan itu, dapat meningkatkan pendapatan, dan mendongkrak aset. Selanjutnya, transaksi itu dapat mendorong peningkatan kinerja yang akhirnya menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Transaksi dilakukan dengan pihak terafiliasi karena lebih sempel dibanding dengan pihak lain, harus mengurus perizinan mengenai lokasi usaha, dan harus memindahkan ribuan bahkan ratusan ribu produk-produk ke tempat baru, sehingga dapat menghambat operasional perseroan.
Transaksi pembelian rukan, dimaksudkan untuk pengembangan operasional wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Utara dekat dengan akses Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Sunda Kelapa, dekat pusat perbelanjaan peralatan alat rumah tangga, dan perkakas. Seperti Pasar Asemka, ITC Mangga Dua dan lain-lain. Dengan begitu, distribusi barang menjadi dekat, dan menghemat biaya pengangkutan. (*)
Related News

Defisit Susut, Laba DGIK 2024 Melesat 92 Persen

Jera Tekor, Laba MTMH 2024 Melejit 140 Persen

Kinerja 2024 Kinclong, HUMI Tambah 10 Kapal Anyar

Rugi Bengkak, CSMI 2024 Defisit Rp67,6 MiliarĀ

Laba dan Pendapatan Meroket, Ini Detail Kinerja KIJA 2024

Laba Melambung 138 Persen, GSMF 2024 Defisit Rp972 Miliar