Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500
:
0
Billboard Bursa Efek Indonesia (BEI) Menampilkan Status IHSG. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan langsung terkoreksi tajam pada pembukaan perdagangan Senin. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 137,427 poin atau 2,04% ke level 6585,892.
IHSG dibuka pada level 6628,976. Tekanan jual membuat indeks terus melorot hingga menyentuh level terendah harian di 6581,773.
Volume perdagangan tercatat 1,294 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp988,992 miliar. Sebanyak 350 saham turun, 130 saham naik, dan 221 saham stagnan.
Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut ke level Rp11.577,180 triliun.
Penurunan hari ini memperpanjang pelemahan setelah IHSG ditutup merah pada perdagangan Rabu pekan lalu (13/5).
Tekanan dari eksternal dinilai menjadi pemicu utama. Dalam laporan Embun Pagi 18 Mei 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut gejolak pasar obligasi global meningkat signifikan. Imbal hasil UST 10Y melonjak ke 4,59% dan UST 2Y ke 4,07%, tertinggi dalam setahun. Kondisi ini diperparah konflik AS-Iran yang berkepanjangan dan harga minyak Brent yang bertahan di sekitar USD110 per barel.
Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menjelaskan, data inflasi AS yang dirilis berturut-turut mengonfirmasi tekanan harga, sehingga ekspektasi pasar bergeser dari skenario pelonggaran menuju kemungkinan suku bunga global lebih tinggi untuk lebih lama.
"Bagi Indonesia, repricing global ini berpotensi memicu outflow portofolio asing dari obligasi dan ekuitas, menekan imbal hasil SBN, melemahkan rupiah, serta membebani IHSG pada perdagangan awal pekan ini," tulis Rully.
Data foreign net sell tercatat outflow Rp1,53 triliun, dengan saham BBRI, BMRI, BBCA, dan AMMN masuk daftar top sell asing. Mirae Asset juga mencatat JCI berada di level 6.723,32 atau turun 1,98% YTD.
Dari sisi teknikal, analis Mirae Asset Muhammad Nafan Aji menyebut IHSG dalam kondisi oversold dengan support di 6.715 dan 6.590, serta resistance di 6.917 dan 7.014. Beberapa saham seperti PGEO, TAPG, dan WIFI masih menunjukkan potensi teknikal dengan target penguatan di atas 5%.
Related News
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan
Tongkrongi BI Rate, Investor Sikat Saham JPFA, SUPA, PGEO hingga BULL
IHSG Nyungsep Efek MSCI, Pasar Domestik Sambut Aliran Modal Korsel
Pelototi Saham Ini, IHSG Berpotensi Terkoreksi
Papan Akselerasi & 1 Sektor Ini Jadi Primadona Kala IHSG Ambruk ATL
IHSG Telah Sentuh Titik All-Time Low (ATL) di Sepanjang Tahun 2026





