EmitenNews.com - Pembiayaan UMKM tumbuh positif dan solid. Paling tidak PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mencatat pembiayaan UMKM tumbuh solid mencapai Rp51,78 triliun hingga November 2025. Rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sebesar 33,91 persen atau berada di atas ketentuan regulator.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya yang dikutip Jumat (16/1/2026) mengemukakan, pada periode ini, jumlah UMKM BSI mencapai lebih dari 349,71 ribu orang. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan UMKM tumbuh positif dan solid. Terutama di sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, makanan dan minuman halal dan pengelolaan halal value chain.

“Capaian ini tentu juga didorong atas berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang prokerakyatan, dan memberikan angin segar untuk bisnis UMKM,” kata Kemas Erwan Husainy.

Bisa disebutkan beberapa kebijakan pemerintah tersebut, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan UMKM bersubsidi melalui program KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, hingga sertifikasi halal dan lainnya.

Kinerja pembiayaan UMKM pada 2025 yang tumbuh secara tahunan (yoy) tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent), penguatan proses bisnis, dan fokus pada ekosistem halal.

Meskipun dihadapkan pada tantangan makroekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang menyebabkan perlambatan di beberapa sub-sektor, perseroan mencatat bahwa kinerja segmen UMKM masih menunjukkan daya tahan (resilience) yang baik. Juga memiliki kualitas pembiayaan terjaga.

UMKM menjadi salah satu gerbang awal pembiayaan ritel yang potensial jika nasabah dibina dan didampingi secara tepat.

Mulai dari akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan dan program sertifikasi halal dan akses pasar bagi UMKM, serta pelaksanaan berbagai literasi dan inklusi yang masif dan merata.

Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker (penjamin pembelian) menjadi kunci agar UMKM naik kelas.

BSI  juga telah memiliki UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai wujud nyata pendampingan mulai dari hulu hingga hilir. 

Dengan strategi tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM diyakini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada tahun 2026. ***