EmitenNews.com - Bukalapak.com (BUKA) per 31 Maret 2026 boncos Rp425,78 miliar. Longsor 484,77 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba Rp110,65 miliar. Menyusul hasil tersebut, rugi per saham dasar menjadi Rp4,39 dari periode sebelumnya Rp1,07. 

Pendapatan Rp2,36 triliun, melejit 62,75 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,45 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2,2 triliun, mengalami pembengkakan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,32 triliun. Beban penjualan dan pemasaran Rp64,59 miliar, bengkak dari fase sama tahun 2025 senilai Rp50,93 miliar. 

Beban umum dan administrasi Rp114,32 miliar, menciut dari Rp181,91 miliar. Pendapatan operasi lainnya Rp84,27 miliar, susut dari Rp133,09 miliar. Rugi nilai investasi Rp587,39 miliar, bengkak dari periode sama tahun lalu Rp125,65 miliar. Rugi usaha Rp519,05 miliar, mengalami pembengkakan dari Rp94,38 miliar. 

Pendapatan keuangan Rp117,26 miliar, turun dari Rp233,1 miliar. Beban keuangan Rp2,75 miliar, bengkak dari Rp2,21 miliar. Bagian atas rugi entitas asosiasi Rp8,03 miliar, susut dari Rp18,47 miliar. Beban pajak final Rp828 juta, berkurang dari Rp2,15 miliar. Rugi periode berjalan Rp423,5 miliar, anjlok dari laba Rp111,75 miliar. 

Total ekuitas Rp24,75 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp25,3 triliun. Defisit Rp7,54 triliun, bengkak dari Rp7,11 triliun. Jumlah liabilitas Rp657,89 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu Rp717,29 miliar. Total aset Rp25,42 triliun, menyusut dari akhir 2025 sebesar Rp26,03 triliun. (*)