Bukit Makmur (BUMA) Beri Pinjaman USD36 Juta ke Atlantic Carbon
:
0
Ilustrasi PT Bukit Makmur Mandiri Utama Tbk. (BUMA) memberi pinjaman USD36 juta kepada Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG). Dok. BUMA.
EmitenNews.com - PT Bukit Makmur Mandiri Utama Tbk. (BUMA) memberi pinjaman sebanyak USD36 juta kepada Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG). Kedua pihak telah menandatangani Perjanjian Pinjaman Antarperusahaan itu, pada 5 Juni 2025.
dalam keterangan tertulisnya Rabu (11/6/2025), Corporate Secretary Bukit Makmur, Samuel Sinaga menuturkan bahwa Bukit Makmur memberikan pinjaman kepada ACG sebesar USD36.000.000. Pinjaman berbunga 12% per tahun itu, akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2028.
"Perjanjian Pinjaman Antarperusahaan dilakukan sebagai bagian dari upaya strategis untuk mendukung kebutuhan korporasi secara umum (general corporate purposes) dari ACG," tuturnya.
Samuel menambahkan pemberian pinjaman ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
ACG merupakan perusahaan terkendali Perseroan melalui anak usahanya yang bernama PT Bukit Makmur Internasional yang 99,9% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Perseroan.
Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 senilai Rp2 triliun
Sebelumnya, 27 Maret 2025, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), atau BUMA International Group, mencatatkan Sukuk perdananya, Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 senilai Rp2 triliun.
Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 ini kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,1x, yang menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap kekuatan finansial dan visi strategis BUMA.
Diterbitkan dalam tiga seri dengan tenor 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun, Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 menarik minat beragam investor, termasuk bank, pengelola aset, reksa dana, dan dana pensiun.
Tercatat lebih dari 50% investasi yang masuk adalah untuk jangka waktu 5 tahun, yang mencerminkan preferensi investor untuk investasi jangka panjang dan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan BUMA.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





