Bursa Asia Dibuka Hijau, Akankah IHSG Mengekor?
ilustrasi bullish vs bearish. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengorbit zona merah pada perdagangan kemarin di kisaran 6.947 setelah drop 2,14 persen. Koreksi itu, didorong perosotan saham berkapitalisasi besar, dan harga komoditas anjlok.
Sejumlah sektor mengalami koreksi di antaranya sector basic materials minus 6,29 persen, sector infrastructure tekor 2,02 persen, dan sector technology menukik 1,83 persen. Investor asing membukukan net sell di pasar regular Rp82.66 miliar. Saham paling banyak jual investor manca yaitu BBRI, SMGR dan BMRI.
Secara teknikal, Research Team Reliance Sekuritas menyebut IHSG membentuk candle bearish dan kembali gagal breakout dari MA200. Sementara indicator stochastic, dan MACD bergerak pada area death cross. Beberapa saham berpotensi naik yaitu: ACES, SIDO, MEDC, DILD, MAPA, dan TAPG.
Sementara itu bursa Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama berhasil ditutup di zona hijau. Itu ditopang penurunan yield treasury US dintengah ekspektasi pasar pada pemangkasan suku bunga bank central setelah data job openings US cenderung menurun.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan hijau, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 diperdagangkan menguat (+1.23%). Sementara, index Kospi diperdagangkan menguat (+1.03%).
Kemudian dari dalam negeri, IHSG berpotensi diperdagangkan mixed cenderung menguat mengikuti sentiment dari bursa regional sementara pasar akan kembali mencermati data ketenagakerjaan lanjutan dari US. Oleh karena itu, IHSG akan bergerak pada rentang support 6.910, dan resistence 7.020. (*)
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





