Bursa Asia Hijau, IHSG Susuri Level 6.900-7.035

Ilustrasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhir perdagangan Kamis, 27 Juni 2024 di zona hijau. Itu setelah mengalami penguatan 0,90 persen menjadi 6.967,95. Penguatan IHSG didorong rebound saham-saham perbankan.
Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya sector financial surplus 1,14 persen, sector consumer cyclicals menanjak 1,06 persen, dan sector technology melejit 0,92 persen. Investor asing membukukan net buy pasar regular Rp340,42 miliar dengan saham paling banyak dijual BBCA, BBNI dan TLKM.
Secara teknikal, menurut research team Reliance Sekuritas IHSG membentuk marubozu bullish dan berhasil break dari MA20 diikuti indicator MACD dan stochastic yang kembali membentuk golden cross. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: TOWR, PGEO, DRMA, UNVR, ABMM, CUAN, SILO, TPIA.
Sementara itu dari bursa US, ketiga indeks utama berhasil ditutup di zona hijau. Penguatan indeks US didorong rilis data ekonomi US yang lebih rendah sehingga meningkatkan optimisme pasar pada pemangkasan suku bunga. GDP growth rate US pada 1Q24 tumbuh sebesar 1.4% QoQ, lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 3.4% QoQ. Durable goods order tumbuh stagnan 0.1% MoM pada May-24. Sementara, initial jobless claims sedikit berada di bawah ekspektasi pasar menjadi 233 ribu claims.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan dizona hijau, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 diperdagangkan menguat (+1.04%). Sementara, index Kospi diperdagangkan menguat (+0.07%). Pasar Asia mencermati rilis dari Jepang, dimana industrial production mengalami pertumbuhan menjadi 2.8% MoM dari bulan sebelumnya yang terkontraksi -0.9% MoM.
Kemudian dari dalam negeri, IHSG berpotensi diperdagangkan mixed cenderung menguat. Sementara pasar akan mencermati rilis dari PCE inflasi US yang di perkirakan oleh consensus akan tumbuh melambat menjadi 2.6% YoY. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6900 – 7035.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal