Bursa Asia Memerah, IHSG Cenderung Mixed
pengunjung memenuhi area Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan layar pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terbatas. Secara teknikal, IHSG breakdown dari level MA5. Sementrara indicator stochastic mulai berada di level overbought.
Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 17 September 2024, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. IHSG akan mengorbit area support level 7.720, dan resistance level 7.840. Pasar akan mencermati neraca dagang Indonesia diperkirakan konsensus akan mencatat surplus USD1,96 miliar pada Agustus 2024.
Menilik data dan fakta itu, tim riset Reliance Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham-saham berikut. Yaitu, United Tractors (UNTR), Prodia (PRDA), Merdeka Battery (MBMA), Bank BRI (BBRI), dan Total Persada (TOTL).
Jumat, 13 September 2024 melesat 0,18 persen menjadi 7.812.. Penguatan IHSG dipimpin saham-saham sektor technology surplus 4,46 persen, dan healthcare melesat 0,69 persen. Sementara itu, asing membukukan net buy Rp745,44 miliar. Saham paling banyak dibeli yaitu BBRI, TLKM, BRIS, BMRI, dan BREN.
Pagi ini, bursa Asia telah diperdagangkan melemah. Indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,84 persen, dan Indeks Kospi tengah libur. Sementara itu, mayoritas indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) ditutup mixed didorong pelemahan pada saham technology AS di tengah pasar cenderung wait and see dengan hasil FOMC meeting mendatang. (*)
Related News
Menperin: Pelaporan Emisi Fondasi Jaga Daya Saing Industri
Mendag Usulkan Pembaruan UU Perlindungan Konsumen
Ekspor Industri Pulp dan Kertas 2025 Tembus USD8 Miliar
Gencatan Senjata AS-Iran, Bagaimana Dampak ke IHSG dan Rupiah?
IHSG Ngebut 3 Persen ke 7.180, Dua Sentimen Besar Ini Jadi Picu
Perang Rehat, IHSG Susuri Level 7.115





