Bursa Asia Menghijau, IHSG Cenderung Melemah
Ilustrasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan kemarin surplus 0,33 persen menjadi 6.905,64. Penguatan IHSG didorong lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar seprti AMMN, dan BREN.
Beberapa sektor mengalami penguatan antara lain sector basic materials naik 1,14 persen, sector energy melejit 0,51 persen, dan sector infrastructure menguat 0,42 persen. Investor asing tercatat net sell pasar regular Rp260,77 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing di antaranya BBRI, BMRI dan GOTO.
Secara teknikal Research Team, Reliance Sekuritas menyebut, IHSG cenderung konsolidasi dan kembali retest area di level MA20, sementara indicator MACD dan stochastic kembali membentuk golden cross. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu CUAN, PTBA, MEDC, SILO, ESSA, SMSM, TPIA.
Sementara itu dari bursa US, ketiga indeks utama berhasil ditutup di zona hijau. Indeks US diperdagangkan cenderung terbatas di tengah pasar menanti hasil debat calon Presiden, dan data inflasi. Sementara, EIA mencatat kenaikan menjadi 3.59 juta barel pada persediaan minyak dan periode berakhir pada 21-June dari sebelumnya turun 2.55 juta barel.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan dizona hijau, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 diperdagangkan melemah (-0.98%). Sementara, index Kospi diperdagangkan melemah (-1.02%). Pasar Asia kembali mencermati pelemahan pada Yen sementara pagi ini Jepang mencatat pertumbuhan pada penjualan retail dimana pada May-24 tumbuh sebesar 3% YoY naik dari bulan sebelumnya sebesar 2% YoY.
Kemudian dari dalam negeri, IHSG berpotensi diperdagangkan mixed cenderung melemah ditengah aksi wait and see investor sementara pasar masih akan mencermati pembagian dividen dari emiten Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.850-69.70. (*)
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





